in design, Like, saylow

Kenapa membuat sebuah website yang benar-benar berfungsi sangatlah “mahal” ?

web design1# Konsep ; mempunyai ide untuk bagaimana menampilkan informasi dengan memilih teknologi yang tepat bukanlah pekerjaan riset dari hasil membaca berita iklan tentang mengkudu di koran pagi.

2# Design ; Ini bukan pekerjaan membuat baliho kampanye anggota dewan dengan peci dan tanpa expresi, kami menghitung pixel, kami mendeteksi gesture, kami mengkalkulasi user behavior, experience & usability.

3# Programer ; apa yang kami sebut “logika” tidak sebatas menghitung probabilitas, kami menyembunyikan ribuan baris code bahasa pemrograman di balik website anda.

4# Copywriter, Photographer & Content Loader ; Ini sebuah alat marketing yang tidak sekedar membahasakan misi & visi. Kami membuat sebuah “puisi” dilengkapi dengan “master piece” sebagai pendukung visual dan menempatkannya sebagai sebuah konsistensi untuk membentuk apa yang anda kenal dan baca di best seller toko buku kesayangan sebagai “Corporate Branding“.

Ada istilah yang tidak anda mengerti? Mudah sekali butuh ribuan jam terbang, puluhan portfolio, berkilo-kilo kopi, endapan nikotin di paru-paru, beberapa buku yang judulnya saja tidak anda mengerti. Bagaimana? Ok, mari kita buat lebih mudah, SHOW ME THE MONEY!

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

31 Comments

  1. berfungsi dalam arti harafiah menunjukkan suatu object yang bisa digunakan untuk memuaskan sesuatu.
    apakah bli saylow memfungsikan subject tersebut menjadi suatu hal yang akhirnya membuat puas dalam arti orgasme.?
    hmmm…..
    orgasme membuat website.
    pantes pak putu keliatan muda…
    hi.hi.hi….

  2. Me suka postingan ini. Setujuh!. Dibutuhkan kerumitan untuk membuat sesuatu yg memberi kemudahan utk para user dan client. Dan kita dibayar utk menyelesaikan kerumitan ituh …. 😀

  3. Dan kenapa anehnya costumer masi rame mencari website 300ribu pertahun plus dengan domain dan hosting. Itu yang saya tdk habis pikir dan kenapa saya berpaling lagi untuk ngasir.