in Like, web design

Web Design yang Lucu (episode #2)

Melanjutkan tulisan episode #1 kita sudah mulai dengan “Modal Awal” untuk memulai membuat desain. Kondisikanlah sekarang kita hanya punya Modal Awal sebuah kartu nama, dimana disana sudah ada logo dari perusahaan client kita. Disini gwe akan pake logo FXTC yang barusan gwe buat. katakanlah kita tidak punya file asli dari logo tersebut kita hanya mendapatkannya dari hasil scan kartu nama, maka pertama yang kita lakukan adalah mengambil warna yang ada pada logo tersebut, menggunakan :

Color Picker

Pembaca Setiya : “Bagaimana kalau saya tidak punya photoshop, fireworks atau semua yang kamu sebut diatas?”

Desainer Jumawa : “Ohhhh… sangat gampang dik, coba kartu nama berlogo itu kamu bawa ke bagian foreksik poltabes di kotamu, dan tanyakan wahai pak polisi yang budiman tolong saya diberikan code Xecadecimal dari warna yang tertera di logo berikut…” *berpaling muka

Ok, sekarang mari kita ambil warna-warna utama dalam logo FXTC.

Sehingga mendapatkan satu set warna yang bisa disebut sebagai color paletts.

fxtc color paletts

Dari kiri ke kanan #301D77, #1F8E85, #949494, #006AB8

Oh ya warna-warna diatas tidak “Web Safe Colors” so feel free to convert to web save color. Mengenai web safe color silahkan dibaca di sini..

Horeee…sudah dapat warnanya! Seep! Nyalakan rokok dulu,…gimana…gimana? sudah berasa jadi desainer muda berbakat belom? WATHAAA! Not yet mordor! hihihihi

Dari warna yang kita dapet mungkin kita butuh another set of color paletts jangan sampai warna diatas membelengu imajinasi kita ketika men-design nantinya. So what do we do now?

Teori dasar tentang warna dapat kamu baca di artikel-artikel berikut:

http://www.liquisoft.com/colortheory.html
http://www.colormatters.com/colortheory.html

atau googling “color theory

coba juga Color Harmonies.

Jika kamu menggunakan munggunakan software Color Schemer sebenarnya kamu sudah bisa mendapatkan color paletts lain dengan memasukan salah satu warna sebagai warna dasar maka Color Schemer akan menampilkan warna-warna lain yang cocok sebagai pendamping warna utama tadi. Disitu kamu juga bisa mengatur gelap dan terang dari warna yang disarankan.

Sebagai alternatif kamu bisa pakai Color Schemer versi online di sini.

Belum juga pas untuk mendapatkan the look of corporate kamu bisa mempertimbangkan Color Paletts berikut oleh Adam Polselli : Part 1, Part 2, atau kamu bisa mencari color paletts lain yang sudah orang temukan di Colour Lover dibagian Search Palettes kemudian cari dengan keyword/tag “corporate” dan kamu akan dapet color paletts alternatif lainnya.

Untuk kebanyakan orang tidak terlalu menarik memang ketika sampai episode ini (about color), tapi perlu diingat faktor warna itu penting sekali untuk membuat sebuah web menjadi nyaman di mata pengunjungnya. (*tentunya tidak termasuk layout blog ini JEG SUBE JELASH THO! hahaha) .

I just like red, make me excited…terutama daster merah bunga-bunga itu…hiks…you look so gorgeous when you wear that honey…gonna keep call you honey.

Pembaca Setiya : “Mas saya khan buta warna?”

Desainer Jumawa : “KOPLOKKKKS!” eh tolong yah, petani di negeri ini makin berkurang…please deh kamu pulang ke desa saja jadi petani yah”
Desainer Jumawa : KENAPA NGGAK BILANG DARI KEMAREN SORE EKE CARI ITU LINK AMPE KRITING BIADAB TAUK!

Pembaca Setiya : “Eh nggak kok khan becanda, abis situ dari tadi ngoceh serius banged” *toel dikit ahk…

Desainer Jumawa : *mengasah gwolog (dalam hati : “Gwe mutilasi luw sekarang!“)

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

14 Comments

Webmentions

  • Web Design yang Lucu (episode #1) « saylow’s website bali web designer blog :: www.saylows.com April 29, 2006

    […] ke episode #2… . 02 Feb 06 | design, article, tutorial, […]

  • saylow’s website » Blog Archive » Dilema Desainer ketika Mendesain Website Sendiri. April 29, 2006

    […] 2. Pemilihan warna yang cukup terang dan cukup kontras. Karena desain web berhubungan dengan indera penglihatan, tentunya pemilihan warna materi dan presentasi haruslah membuat pengguna merasa nyaman dan betah untuk berlama-lama membaca/melihat website kita. Pemilihan warna yang menyolok untuk materi penting yang ingin ditonjolkan juga harus diperhatikan sehingga materi penting tersebut dapat segera ditangkap oleh penglihatan user. Panduan tentang lama untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel gw “Web Design yang Lucu (episode #2)“. […]

  • It’s my ‘blog’! » Blog Archive » Web Design Episode #1: The Colours of Web April 29, 2006

    […] Bingung mau memilih warna untuk halaman Web Anda? Smoga referensi ini bisa membantu. Kalau Anda masih merasa kurang, silahkan baca tutorialnya saylow yang judulnya Web Design yang Lucu (Episode #2) (* lucunya di mana ya ???). Jika ternyata masih kurang, pada tutorial ini, Anda juga bisa menemukan banyak link-link yang terkait dengan masalah warna, so awas kalau masih kurang :p. […]

  • saylow’s website » Blog Archive » Web Design yang Lucu (episode #3) April 29, 2006

    […] baca juga : episode #1, episode #2 […]

  • saylow’s website » Web Design yang Lucu (episode #1) April 29, 2006

    […] bersambung ke episode #2… […]