in Like, web design

Web Design yang Lucu (episode #1)

Hore! mari membuat desain web yang “lucu“.

Yang saya tulis disini bukan aturan mutlak,…just base on my experience. Jadi kalau ada yang salah…nanti kita diskusi, ok brow! Akan ada banyak sekali kesalahan ketik/spelling/Fcuk Up EYD disini jadi maklum yah…it’s so me…hihihihi take it or leave it.

Modal awal.
Yah namanya juga mau ngerujak…harus ada ulekannya, terasi, gula jawa, asem, hasyah… [*serius mode on]Ketika memulai mendesain kita harus tanya kembali ke diri kita masing-masing “what do we have for start

Apa yang di provide pihak client kepada kita?

  • Visual Languge Guidelines (*this is make our live much easyer).
    Beberapa perusahaan (a well know company) biasanya memiliki “Visual Languge Guidelines” yang mejelaskan bagaimana perusahaan tersebut akan menterjemahkan profile mereka kedalam bentuk visual. Informasi ini biasanya sangat mendetail dari composisi warna, typography, logo, proposional, ukuran & penempatan, brand template, marque, photography, sampai “tone of voice” atau presentasi suara, yang terakhir nggak bakalan ngefek banyak kayaknya…kita mau menggambar kok disini bukan menyanyi hihihihi. Biasanya panduan ini sudah dalam berbentuk CD, PDF files, atau sebuah buku, they just there already. Jadi kalau kita sudah punya modal yang satu ini…so we can move on to the next step.
  • a Design/Creative brief.
    (panduan singkat kebutuhan desain)
    Yang ini, bisa kita peroleh dengan memberikan kuisioner kepada client dan mempelajari feedback yang diberikan, atau beberapa client tahu apa yang mereka inginkan jadi mereka memberikan panduannya kepada kita, seperti referensi, tujuan/goal dari desain, target audience, arah dari komunikasi desain.
    Ok berikut saya berikan beberapa contoh pertanyaan yang mungkin bisa membantu kita mendesain nantinya :
    Profile Perusahaan
    – Nama client
    – Nama Perusahaan/Perorangan/Organisasi?
    – Alamat Email
    – Nomor telpon
    – Kepada siapa kita saja kita akan melakukan korespondesi, misalkan orang-orang yang
    – Nama pemegang keputusan
    – Penjelasan singkat tentang perusahaan/perorangan/organisasi
    Informasi Project
    – Apakah sudah memiliki webiste online? url/alamat websitenya?
    – Product yang ingin dibuat? (website profile/aplikasi berbasis web/CMS/Online Catalog/dan lai lain)
    – Perusahaan Competitor, url/alamat websitenya?
    – Tanggal batas waktu serah terima webiste?
    – Kesan dari pengunjung website yang dinginkan (*contoh : “Wah melihat website kamu saya jadi pengen joging”)
    – Apakah anda sudah menyiapkan content dari website? (text, gambar pendukung, site-map, atau yang lainnya)
    – Apakah anda punya logo?
    – Berapa estimasi anggaran anda?* (we can’t desain a great ones unless you have the money hahahaha…just kidding).
    – Ada hal lain yang ingin anda tambahkan diluar pertanyaan kami?*Jangan sekali-kali berpikir bahwa finansial adalah batasan kita untuk kreatif sebab semua portfolio yang kita buat adalah track record.

Kita tidak bisa menjadi seorang desainer website yang berforma tidak stabil yang kadang membuat desain bagus, kadang bagus sekali, kadang biasa-biasa saja apalagi desain yang buruk. Kalau bisa jadilah web desainer yang selalu bagus…menurut kepuasan kita kalau pake batasan kepuasan orang lain mah…rancu. (idealnya begitu sir!).

Lanjut ke modal awal berikutnya…

  • “Saya cuma ada kartu nama”
    GUBRAK!!!
    But hey…they got the cash, so be it! hihihi… mulai dari kartu nama tuh di scan, menggambar ulang logo, mengambil warna dengan color-picker walupun meleset tapi sudah kelihatan agak sama, menebak jenis font, bah…you name it! kelebihan dari client seperti ini mereka biasanya “manutan”. Kita harus lebih sering berkomunikasi dengan mereka, gali hal-hal yang membantu sisi kreatifitas kita dari client.

Misalnya :
Desainer Jumawa : “Pak yang desain logonya dulu siapa?”
Client nan lugu : “Anak saya…”
Desainer Jumawa : “Umurnya berapa pak?
Client nan lugu : “Waktu dia bikin logo itu sih dia baru TK nol besar, saya sangat bangga sekali padanya”
Desainer Jumawa : *tiba-tiba mules
Desainer Jumawa : “Sekarang sudah kelas berapa anaknya?”
Client nan lugu : “Udah kuliah dan aktif di kegiatan modeling”
Desainer Jumawa : *blink…blink…tiba-tiba bersemangat berlebihan
Desainer Jumawa : “Ok, pak diskusi kita hari ini saya kira cukup, besok pagi saya bisa ke rumah bapak untuk memperlihatkan moke-up desainernya saya akan berikan tiga alternatif pilihan desain untuk awal project ini…’ *du…du…du…du

*waktunya bersolek…

bersambung ke episode #2

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Webmentions

  • Web Design yang Lucu (episode #2) « saylow’s website bali web designer blog :: www.saylows.com March 2, 2006

    […] tulisan episode #1 kita sudah mulai dengan “Modal Awal” untuk memulai membuat desain. Kondisikanlah […]

  • saylow’s website » Blog Archive » Web Design yang Lucu (episode #3) March 2, 2006

    […] baca juga : episode #1, episode #2 […]

  • saylow’s website » Web Design yang Lucu (episode #2) March 2, 2006

    […] Melanjutkan tulisan episode […]