Creep – Zat Kimia (Radiohead cover – Live at Pabrik Suara)

Cover dari Zat Kimia ini #menurutcang lebih kelam dari aslinya.

Radiohead merilis single ini sebagai debut mereka di tahun 1992, dalam album mereka Pablo Honey. Di awal rilis single ini tidak begitu sukses. Tapi kemudian ditahun yang sama, mereka merilis ulang single ini dan menjadi hit diseluruh dunia. Diawal gigs-gigs Radiohead pertengahan 90an penonton konser tidak begitu tertarik dengan lagu lain dari band ini selain “Creep” yang akhirnya membuat band ini mengurangi “Creep” masuk ke live-set Dan puncaknya ditengah tour album OK Computer band ini menyisihkan sepenuhnya “Creep” dari set list. “Creep” tidak pernah dimainkan lagi sampai akhirnya dimainkan lagi di tahun 2001. ~diterjemahkan dari wikipedia~

Zat Kimia

Band yang memilih genre “Zat Kimia” ini memiliki komposisi Ian Joshua Stevenson (Vocal & Guitar), Chrisna Winata (Guitar & Backing Vocal), Norbertus Rizki S. (Drum & Back Vocal) Made Edi Kurniawan (Bass & Backing Vocal).
Jarang sekali sebuah band memiliki “misi” tapi band ini memutuskan tekad mereka untuk mengusung sebuah misi mulia kedepannya yaitu, TIDAK BUBAR!

Silahkan menikmati sebuah genre bernama “Zat Kimia”

A photo posted by saylow (@saylow) on

Frau Rilis Single Ketiga “Arah” dari album Happy Coda

Fase berkarya Frau memang bergelombang mirip tajuk Album perdananya Starlit Carousel. Dimulai dengan perkenalan manis lewat mini albumnya, Frau sontak membuka mata publik pada talenta segar dari Yogyakarta. Sederet pujian, predikat, serta penghargaan diberikan, khalayak pun memandang proses bermusik Frau tengah berada di fase kulminasi. Namun “duet” Leliani dan Oskar itu justru memilih berhenti sementara. Dengan pertimbangan yang matang, ia memilih untuk melanjutkan studi sambil tetap menciptakan lagu.

Setelah cuti beberapa waktu, nama Frau kini kembali sering terdengar. Ia pun juga sukses merilis ulang Starlit Carousel dengan format piringan hitam bersama Nirmana Records pada bulan Februari 2015 silam. Dalam waktu dekat, Frau akan merilis single terbaru berjudul “Arah” pada awal Oktober 2015. Single ini menjadi lagu ketiga yang dirilis Frau setelah “Tarian Sari” dan “Water” yang ada pada album Happy Coda.

Di lagu ini, singer-songwriter bernama Leliani Hermiasih itu menceritakan sebuah ikhtiar berserah diri kepada Tuhan dengan caranya sendiri, sebuah narasi yang terdengar cukup berbeda dengan kedua single sebelumnya. Rencananya “Arah” akan diputar pada sejumlah radio di Yogyakarta dan kota-kota lainnya.
Dalam pengantar Album Happy Coda, Lani bercerita bahwa Lagu pada album Happy Coda mewakili sebagian kecil kisah dari tokoh-tokoh yang Ia temui atau Ia imajinasikan. Materi-materi dalam album tersebut pada dasarnya bercerita tentang kebahagiaan-kebahagiaan sederhana yang dapat ditemui oleh semua orang dengan caranya masing-masing, namun belum tentu bisa dipahami orang lain dengan mudah.

Selain merilis single terbaru, dalam waktu dekat Frau dan Cakrawala Records juga berencana untuk mencetak ulang album Happy Coda dengan format cakram padat (CD). Saat ini Cakrawala Records menjalani proses perancangan dan belum menentukan waktu perilisan.