Frau Rilis Single Ketiga “Arah” dari album Happy Coda

Fase berkarya Frau memang bergelombang mirip tajuk Album perdananya Starlit Carousel. Dimulai dengan perkenalan manis lewat mini albumnya, Frau sontak membuka mata publik pada talenta segar dari Yogyakarta. Sederet pujian, predikat, serta penghargaan diberikan, khalayak pun memandang proses bermusik Frau tengah berada di fase kulminasi. Namun “duet” Leliani dan Oskar itu justru memilih berhenti sementara. Dengan pertimbangan yang matang, ia memilih untuk melanjutkan studi sambil tetap menciptakan lagu.

Setelah cuti beberapa waktu, nama Frau kini kembali sering terdengar. Ia pun juga sukses merilis ulang Starlit Carousel dengan format piringan hitam bersama Nirmana Records pada bulan Februari 2015 silam. Dalam waktu dekat, Frau akan merilis single terbaru berjudul “Arah” pada awal Oktober 2015. Single ini menjadi lagu ketiga yang dirilis Frau setelah “Tarian Sari” dan “Water” yang ada pada album Happy Coda.

Di lagu ini, singer-songwriter bernama Leliani Hermiasih itu menceritakan sebuah ikhtiar berserah diri kepada Tuhan dengan caranya sendiri, sebuah narasi yang terdengar cukup berbeda dengan kedua single sebelumnya. Rencananya “Arah” akan diputar pada sejumlah radio di Yogyakarta dan kota-kota lainnya.
Dalam pengantar Album Happy Coda, Lani bercerita bahwa Lagu pada album Happy Coda mewakili sebagian kecil kisah dari tokoh-tokoh yang Ia temui atau Ia imajinasikan. Materi-materi dalam album tersebut pada dasarnya bercerita tentang kebahagiaan-kebahagiaan sederhana yang dapat ditemui oleh semua orang dengan caranya masing-masing, namun belum tentu bisa dipahami orang lain dengan mudah.

Selain merilis single terbaru, dalam waktu dekat Frau dan Cakrawala Records juga berencana untuk mencetak ulang album Happy Coda dengan format cakram padat (CD). Saat ini Cakrawala Records menjalani proses perancangan dan belum menentukan waktu perilisan.

SuperSoda – Kenari (feat. Ian J. Stevenson)

Bangkit dari hibernasi, Supersoda merilis singel terbaru di iTunes.

Band pop asal Jimbaran, Bali, Supersoda merilis lagu terbaru mereka yang berjudul ‘Kenari’ di iTunes. Band yang didirikan tahun 2007 ini digawangi oleh Windu, Gusdek dan David. Lagu ‘Kenari’ diproduksi tahun lalu dengan bantuan dari producer-arranger Ian Joshua Stevenson, yang juga veteran band Kaimsasikun. Ian terlibat dalam hal aransemen, sekaligus mengisi part gitar dan backing vocal. “Di sela kesibukan, saya sempatkan menulis beberapa lagu di waktu luang, dan Ian menawarkan bantuan untuk merealisasi ‘Kenari’ terlebih dahulu,” papar Windu, vokalis dan kibordis. Beberapa bulan setelah pengerjaan, ‘Kenari’ diupload ke soundcloud.com. Dalam 2 minggu, lagu tersebut memperoleh 2000 hits, dan dalam 8 bulan mencapai lebih dari 17000 hits.

“Kami melihat angka yang fantastis di soundcloud, yang tidak kita duga sebelumnya. Lalu kami pikir, sudah waktunya menangani lagu ini lebih serius.” Supersoda sendiri tidak seberapa aktif, dan sejak didirikan, hanya sempat di beberapa event indie di Bali periode 2007-2008. Aktivitas terakhir hanyalah merilis singel ‘Back Again’ secara cuma-cuma sebagai bonus majalah musik BM2 pada Oktober 2009. “Kami tidak seberapa produktif, sehubungan dengan kesibukan masing-masing. Saya, Windu dan David ngamen di 3 band berbeda. Sulit sekali untuk mengatur jadwal,” dalih Gusdek. “Mudah-mudahan rilis iTunes ini bisa memotivasi kami untuk bekerja lebih tight lagi,” timpal David. Supersoda segera masuk studio untuk menyelesaikan EP mereka.

Supersoda – Kenari: Gusdek – Drums Windu – Lead vocals, keyboards David – Basses
Additional musician: Ian J. Stevenson – Guitars, backing vocals

Musik, secangkir sonic kafein untuk kreativitas.

Keberadaan kafein ada di setiap cangkir kopi, teh atau coklat yang kita hirup hangat sebagai obat perangsang legal untuk sistem pusat saraf yang dapat mengusir kantuk walupun bersifat sementara. Senyawa alkoid xantina ini mungkin salah satu senyawa yang mempenganguhi otak manusia. Begitu juga untuk senyawa lain seperti H2O (air) atau mungkin CnH2n+1OH’ (alkohol), tentunya efek yang ditimbulkan juga berbeda-beda. Begitu juga dengan Musik.
Sonic Caffeine
Seorang anak kecil akan bertepuk tangan, mengangguk-angguk ketika mereka mendengarkan alunan musik yang mereka sukai tanpa mereka harus mengerti siapa penyanyinya. Anak-anak secara natural memeliki rasa kecintaan dengan musik, mereka menyukai tune yang bagus yang disertai beat yang energik. Sebagai manusia dewasa kita pernah dan masih terus merasakan bagaimana musik memacu secara instan mood kita, membuat simpul-simpul kenangan di setiap momen hidup. Musik menyembuhkan, musik meningkatkan kualitas intelektual (some of it). Musik membunuh? mengantar seseorang untuk segera mengakhiri hidupnya? OK yang terakhir mungkin masih kontroversial, but hey layaknya senyawa mereka mempunyai efek yang berbeda-beda.

Gelak tawa riang menawan dari wajah wajah rupawan
Celoteh kecil bak burung camar mentariku dan menyuluh damar
Kuterbuai dan terlena suara-suara penuh makna,…

~Dialog Dini Hari~

Seorang musisi memiliki beban tanggung jawab besar terhadap apapun musik yang mereka ciptakan. Sebuah musik mungkin akan mempengaruhi bagaimana sebuah generasi manusia terbentuk? Ada rasa penasaran bagaimana generasi “DAHSYAT” sekarang ini akan berkembang. Music can be friend or foe.

Continue reading