Musik, secangkir sonic kafein untuk kreativitas.

Keberadaan kafein ada di setiap cangkir kopi, teh atau coklat yang kita hirup hangat sebagai obat perangsang legal untuk sistem pusat saraf yang dapat mengusir kantuk walupun bersifat sementara. Senyawa alkoid xantina ini mungkin salah satu senyawa yang mempenganguhi otak manusia. Begitu juga untuk senyawa lain seperti H2O (air) atau mungkin CnH2n+1OH’ (alkohol), tentunya efek yang ditimbulkan juga berbeda-beda. Begitu juga dengan Musik.
Sonic Caffeine
Seorang anak kecil akan bertepuk tangan, mengangguk-angguk ketika mereka mendengarkan alunan musik yang mereka sukai tanpa mereka harus mengerti siapa penyanyinya. Anak-anak secara natural memeliki rasa kecintaan dengan musik, mereka menyukai tune yang bagus yang disertai beat yang energik. Sebagai manusia dewasa kita pernah dan masih terus merasakan bagaimana musik memacu secara instan mood kita, membuat simpul-simpul kenangan di setiap momen hidup. Musik menyembuhkan, musik meningkatkan kualitas intelektual (some of it). Musik membunuh? mengantar seseorang untuk segera mengakhiri hidupnya? OK yang terakhir mungkin masih kontroversial, but hey layaknya senyawa mereka mempunyai efek yang berbeda-beda.

Gelak tawa riang menawan dari wajah wajah rupawan
Celoteh kecil bak burung camar mentariku dan menyuluh damar
Kuterbuai dan terlena suara-suara penuh makna,…

~Dialog Dini Hari~

Seorang musisi memiliki beban tanggung jawab besar terhadap apapun musik yang mereka ciptakan. Sebuah musik mungkin akan mempengaruhi bagaimana sebuah generasi manusia terbentuk? Ada rasa penasaran bagaimana generasi “DAHSYAT” sekarang ini akan berkembang. Music can be friend or foe.

Continue reading