in Uncategorized

Sunset Rematik

Menepati janji untuk mengajak BoNyo jalan-jalan ke Centro yang selama ini hanya mereka dengar dari kami anak-anaknya akhirnya bisa terlaksana. Ketika sampai di kawasan Jalan Bakung Sari & Kartika Plasa Nyokap nggak henti-hentinya mengomentari yang dia lihat, dan Bokap seringkali mengkoreksi dan menjelaskannya.

Yupe, memang kelihatan aneh, she was livin on the island but she doesn’t know the heart of Kuta. Bagi kebanyakan orang-tua di Bali terutama yang memang lingkungannya bukan dari kalangan menengah keatas (seperti BoNyo gwe) they just say no no untuk sekedar jalan-jalan ke mall-mall, restoran, tempat hiburan di sekitar daerah-daerah wisata seperti Kuta dan Nusa-Dua. Karena mereka merasa “we just don’t fit in with the crowd“. Dalam istilah Balinya “Metilesang Iba” atau bisa diartikan menyadari akan keadaan diri sendiri.

Believe me pengunjung kebanyakan memang wisatawan domestik, bule, pekerja pendatang dan anak muda Bali sendiri. Satu bukti ketika Nyokap memilih sandal disebuah counter awalnya dia bertanya memakai Bahasa Indonesia kepada SPG-nya. Tapi ketika minta persetujuan kepadaku dia ngomong pake Bahasa Bali, dan si SPG mendengarnya dan nyeletuk “Nak Bali Ngih?” (Orang Bali Ya?). Aku jawab iya. Terus aku tanya kenapa? Nggak tanya aja, soalnya jarang “Nak Truna Bali” (Bujang Bali) mau ngajak BoNyo-nya jalan-jalan, apalagi ke mall. 1 point for me! hahaha. Setelah menentukan piilihan dengan sandal yang Bonyo mau dan mendapatkan nomor telp dik SPG eh…skip! skip!

BoNyo kebanyakan shock ngelihat harga barang2x yang ada walaupun dia sangat terkagum-kagum dengan kwalitas item-item yang ada. Seperti :
– Seprey double katun bercorak garis berwarna krem Rp. 2.150.000,-
– Tempat Gula/Kopi kristal Rp. 400.000,-
– Sepasang patung keramik pengantin Jawa tinggi 40 cm Rp. 5.225.000, –

Beyond their imagination. Sambil terus berkeliling Di Centro Mall di areal Discovery itu.
But hey…tidak semuanya mahal. We got…

– Sebuah sandal bermotif tropis discount 60% only Rp. 34.000,-
– Kaca mata plus berframe blink-blink Rp. 35.000,-
– 3 Bread Talk Rp. Don’t care,- sebab wortid dengan rasanya 😛
Avocado juice, Sprite Dingin dan Cappucino Rp. 27.000,- sambil duduk di lobby lantai tiga yang menghadap langsung ke pantai sambil menikmati saat2x sunset…we just glad to have this “jalan-jalan sore”.

Esok paginya Bokap tidak bisa ngantor karena rematiknya kumat sampai bengkak di kaki kanannya. DAMN! Jadi nyesel ngajak mereka jalan dan harus melihat muka Bokap kesakitan di tempat tidur sambil memegang kakinya. Kadang kebahagian kecil harus terbayar dengan mahal.

But when last time you take your parent to your world? Dengan kesabaran, ya dengan kesabaran… I just did.

ps : the new parking ticketing system in centro was suck!

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

20 Comments

  1. to golda : kacamatanya bukan buat eke tapi buat nyokap.

    to darkula & jambu : HEH KOPLOKS LUW NGGAK DEMEN YAH LIHAT GWE SENENG! eit… kamu juga SPG Jambu! Sok kuwad iman sahaja hihihi :P, buruan Nungging!

  2. – Sepasang patung keramik pengantin Jawa tinggi 40 cm Rp. 5.225.000, –
    mahal yak ? ane jualan aje kali ya di centro. kulakan di beringharjo ato di kasongan, jual di centro. ermm…. kasongan udah buka belom yak ?

  3. Sunset in Bali, how wonderful always. Terakhir ngajak kedua orang tua jalan2 ? Kapan ya ? My Mom passed away eleven years ago when I was still studying. Well, ngajakin jalan2 tapi mereka yang bayarin yaa sering juga ..
    Anyway, good boy you are !

  4. to : …
    eudea : hahaha juragan’ne emang jeli melihat peluang…sikat boss!!

    Silverlines : Yah, mumpung mereka masih ada dan saya masih diberi kesempatan, so I’ll do a little thing as much as I can. Good Boy? Nee… I just pain in the ass that cheer the day for’em. hehehe

  5. A pain in the ass who knows how to make ’em happy ain’t that bad, though … Besides, ain’t all kids have their time being a pain in the ass to their parents?

    *still imagining and remeniscing sunset in Bali*