in saylow

Menjadi berbeda adalah palsu.

seribu patimura palsu

Palsu kamu!” dua kata itu sering banget aku ucapin ke temen-temen atau sebaliknya. Kata itu kita gunakan untuk sekedar saling tampar ketika nge-bokis, dalam konteks bercanda. Tapi itu dua kata itu juga pernah aku ucapin ke temen dalam konteks emosi karena yah mereka emang “palsu” adanya, walaupun tetep aja mereka nerimanya aku “becanda” ngucapin kata itu. DAMN! sometimes need a lot of energy to get them understand I’m seriously. hahahaha

Have u pretend to be someone else? Have I? Yupe I have! Balik lagi about images, pencitraan orang lain menjadi penting bahkan untuk seorang yang idealis-pun tetep aja mereka mau dilihat sebagai orang yang berbeda. I’m diffrent! katamu. Menutupi kekurangan/ketidakmampuan menjadi motifasi yang terhalalkan ketika keinginan untuk menunjukan menjadi “someting diffrent“. Easy… we only human kadang kebenaran itu menyakitkan Jendral!

Belajar dari pengalaman meng-interview beberapa calon karyawan baru di kantor kemaren, jadi ngerti ketika seorang calon karyawan bisa menunjukan kekurangannya menjadi nilai plus tersendiri, mereka yang mengerti limitasinya adalah orang yang mengerti di titik itu dia harus lebih banyak belajar, memperbaiki diri dan bertanya! “Low di Bali sini ada yang jual celana pendek nggak?” No! no! no! bukan pertanyaan seperti itu. hahahaha

Berusaha menjadi orang yang paling logis, strait-forward, fair tidak selamanya akan merasa “sehat” juga. Karena tidak semua orang disekitar kita berprilaku yang sama, pada akhirnya… We just become an alien. Apa salahnya jadi Alien? Apa salahnya katamu? Bayangkan aja ketika kamu ngaca dan nyengir yang kamu lihat di cermin muka kamu yang ijo, botak dengan mata besar yang mendominasi 80% dari mukamu hihihihi. YOU FREAK! Nge-Blend dong! begitu kata remaja masa kini.

When you love someone*halah mulai… 😛 ntar dong! ini common issue, kita tidak bisa menjadi orang yang berbeda untuk mereka yang kita cintai, ketika kita menjadi “palsu” dan suatu saat palsu terbongkar kita akan kehilangannya. We don’t want that to be happen, don’t we? Alasan “I just want you to be happy” kalau cuma itu bah! Horor, Sad Story juga menghibur. Kecanduan akan berita kriminal di TV juga menghibur disela-sela hidup normal yang kamu bangga-banggakan. Ceritakan bagaimana kamu bernafas dan semoga dia akan menjaga hatinya untukmu. ASOY! GEBOY! ROMANTIKA DIAMORRRR! hihihihi

lain cerita ketika kamu hanya suka sepotong dari bagian tubuhnya tanpa peduli perasaannya, pinjem mobil tetangga, tunjukan jalan masuk ke rumahmu adalah melalui satu-satunya gate estate di seberang sana, ajak dia ke disKo atau buat kamu yang cewe-cewe pakai bajumu yang paling transparan, tutupi lubang-lubang bekas jerawat yang bak permukaan bulan dimukamu dengan alas bedak berlapis bila perlu Diaspal Mbak! biar ditikungan pada nge-drift hihihi. The next stop is…cheap hotel with a clean towel!

Semakin kita berusaha menunjukan bahwa kita berbeda, semakin jauh pula kita dari diri kita yang sebenarnya.
Cape De? . Kayaknya udah pernah posting semacam ini…dejafu, anjist terinspirasi Samy eh Sami’un!

*sayang… aku tuh suka mengupil dengan cara-cara yang sangat extreme untuk ukuran orang normal!

Leave a Reply for adhi nugraha Cancel Reply

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Aku pernah liat orang mengupil dengan cara yang aneh atau mungkin karena lubang hidungnya gede ya ?
    Ya! itu kamu low!! dan aku menyesal telah melihatnya.

  2. Dik Sherlie? FYI bang Saylow, am not that young dude.. I might be small in size but big in mind n imagination. Apaan coba?hehehe ;D
    Eh,kok gak ada shoutbox seeh?