in Hapening, words

Para penganut teori konspirasi tidak lagi semuanya anak remaja yang tidak berdosa.

Apa yang membedakan seorang penyendiri polos di TikTok yang membuat konten bumi datar dengan seseorang yang mungkin benar-benar mengangkat senjata dan menembak orang?

Pada Juli 2011 Anders Breivik membunuh 77 orang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak di perkemahan musim panas di Pulau Utoya di Norwegia. Anders Breivik itu rasis, ya. Tapi begitu juga dengan banyak idiot lain yang tidak pernah melakukan transisi ke teroris pembunuh anak.

Salah satu hal yang membedakan Bravic adalah teori konspirasinya. Dia percaya pada genosida kulit putih atau ideologi “Great Replacement”. Teori konspirasi yang menyatakan bahwa ada sebuah rencana rahasia yang dijalankan oleh orang yahudi untuk menggantikan orang kulit putih di eropa dan amerika utara dengan orang kulit coklat dan orang kulit hitam.

Sekarang masa dimana seorang penganut teori konspirasi menjadi seorang teroris. Kenyataan yang menyakitkan. Mereka bilang mereka anti-rasis tapi kenyataannya mereka adalah anti-kulit putih. Anti-rasis adalah kata kode pengganti untuk anti-kulit putih.

Hal ini telah dilakukan sejak sekitar tahun 1916 ketika seorang Eugenika, Madison Grant menerbitkan sebuah buku berjudul “The Passing of The Great Race”, tapi mungkin buku versi yang paling berpengaruh adalah “White Genocide Manifesto” pada tahun 1970-an yang ditulis oleh seorang Nazi Amerika bernama David Lane, yang akhirnya dipenjara karena perannya dalam pembunuhan seorang pembawa acara radio Yahudi ditahun 1984.

Saat ini kalau dihitung semenjak 1916 populasi kulit putih di dunia sebenarnya telah berlipat ganda beberapa kali lipat, yang akan menjadikan ini genosida yang paling tidak efektif dalam sejarah. 

Tapi itu tidak masalah bagi Robert Bowers yang menembak mati 11 orang di sebuah *Sinagoga di Pittsburgh. Patrick Cruz yang membunuh 23 orang di El Paso, Texas atau Brenton Tarrant yang membunuh 51 di sebuah Gereja di Selandia Baru.

Mereka semua adalah ahli-ahli teori konspirasi yang mematikan, dan begitu juga kebenaran tidak masalah bagi Tamil dan Tsarnaev, dia juga seorang jihadis yang membunuh tiga orang dan melukai 269 orang di lari maraton kota Boston. Sebagai seorang fundamentalis muslim kedua orang ini jika berada dalam suatu rungan dengan Breivik akan melihat diri mereka sebagai lawan yang bersebarangan, namun kedua pihak sebenarnya memiliki teori konspirasi yang serupa. 

Pada kenyataannya persilangan antara teori konspirasi yang diikuti oleh maniak anti-muslim sayap kanan di barat dan para jihadis muslim berjalan dalam.

Chat room QAnon mengklaim bahwa Covid-19 adalah tipuan yang digoreng untuk memanen adrenokrom anak-anak di wuhan. Pengawal revolusi Iran menyebut virus Covid-19 itu sebagai serangan teror biologis zionis. Sehingga teori konspirasi berbasis kekerasan dapat mengarah ke sebuah ideologi tertentu yang tidak terkait. Ini tentang sebuah pola pikir tertentu.
Dan kelompok ekstrimis menyadari hal ini dan menggunakan narasi-nasari konspirasi ini untuk memanipulasi orang agar melakukan kekerasan. 

Banyak penelitian yang menunjukkan adanya kecenderungan percaya pada konspirasi teori entah itu dari kalangan sayap kanan atau kiri semua berawal dari sebuah kondisi psikologis yang narsistik, yang kemudian membangun dunia fantasi di mana orang menjadi pahlawan tunggal dalam pertempuran mereka sendiri antara kebaikan versus kejahatan.

Teori konspirasi bisa terasa seperti bermain game. Sebenarnya para ahli telah memetakan model bagaimana teori konspirasi bekerja, dan bagaimana mereka bisa lepas kendali di dunia permainan realitas alternatif/ARG (alternate reality games).

ARG pada dasarnya adalah permainan di mana orang menerima petunjuk dan misi berkode di berbagai bentuk media online atau-pun offline, kemudian pemain harus mencari tahu apa yang terjadi. Tidak ada yang pernah tahu di mana ceritanya berakhir, dan seiring itu kehidupan nyata juga berjalan bersama si pemain. Disini pemain akan merasa batasan itu memudar.

Salah satu ARG paling awal dan paling terkenal adalah Ong’s Hat, dimulai pada tahun 1993 oleh seniman dan penulis Joseph Metheny.

Metheny menyusun alur cerita gaya konspirasi tentang sekelompok profesor pemberontak yang bereksperimen dalam perjalanan trans-dimensional di New Jersey. Ia kemudian mengirimkan petunjuk kepada pemain di pada papan pesan online saat awal kemunculan internet, dengan mengirimkan cd-ROM, selebaran xerox, dan iklan radio.
Metheny bercerita, ia mulai membuat rumor legenda sekitar tahun 1993 dan membuat sebuah artefak buatan dari kisah Ong’s Hat. Sebuah artefak antar-dimensi yang lalu menguburnya dalam sebuah kotak. Seperti ketika kita melihat beberapa karya seni online dan secara kebetulan kita menggerakkan mouse di sekitarnya, akan ada suara dan kita akan melakukan klik di area itu  dan kemudian muncul pop-up kecil yang berisi link ke situs web berisikan koordinat gps geografis. Dan ketika kita pergi ke koordinat itu dan kebetulan yang pertama di sana, kita akan menemukan sesuatu yang dikubur oleh Joseph Metheny. Tapi yang terjadi jauh dari perkiraan Metheny, mereka para pemain ini kemudian bertemu dan berkumpul dan bekerja sama untuk mengungkap misteri itu dalam melakukan perjalanan ke seluruh lintas Amerika, untuk menemukan artefak ini. Seperti game Pokemon Go yang digabungkan dengan The Matrix.

Seorang pemain Ong’s Hat berkata: “Aku tidak menulis ceritanya tapi aku mengunjungi lokasi artefak Ong’s Hat. Desa yang seharusnya disitu sudah tidak ada, atau ditinggalkan. Atau bisa jadi seluruh desa menghilang ke dimensi lain.”

Salah satu prinsip utama ARG adalah mencapai perasaan bahwa ini bukan game tapi hal yang nyata. Sehingga peristiwa politik dunia nyata dijalin ke dalam narasi Ong’s Hat untuk berbaur secara mulus dengan realitas hidup pemainnya.

Akhirnya mungkin tak terhindarkan hal-hal menjadi lepas kendali.

Para pemain mulai mengambil alih narasi itu sendiri dan meningkatkan aktivitas mereka menjadi sebuah ancaman, pelecehan hingga menerobos masuk kedalam area rumah Metheny. Ada upaya oleh sekelompok orang yang ingin membajak game itu. Mereka ingin mengubahnya menjadi semacam teori konspirasi yang benar-benar terjadi untuk para pemain yang menjadi penganut sejati Ong’s Hat . Metheny bahkan beberapa kali harus mengawal orang-orang itu keluar dari rumahnya dengan menodongan senjata.

Ketika Metheny mencoba turun tangan untuk menenangkan keadaan di game tersebut, dia dituduh sebagai bagian dari konspirasi itu sendiri. Akhirnya Metheny menutup game itu pada tahun 2001.

“Pada saat itu saya kurang paham tentang budaya konspirasi, dan untuk mengetahui bahwa semua orang tidak seperti saya, saya yang melihat hal-hal secara skeptis dan agnostik. Dan banyak orang yang malah sebaliknya, dan saya pikir jumlah persentase itu semakin besar sejak munculnya internet.” ujar Joseph Metheny dalam sebuah interview.

Para analis menyebut momentum ini mengarah ke masa dimana sebuah game dikorupsi oleh hal-hal berbau kekerasan.

Ketika Anders Brevik melangkah ke Pulau Yatoya, dia sengaja melepas headphonenya untuk lebih mendengar suara tembakan, jeritan orang-orang yang dia tembak. Banyak para saksi dan korban bercerita bahwa itu seperti sebuah game bagi Anders.

Ini adalah saat dimana reality game menjadi penembak orang pertama di dunia nyata.

Belakangan ini sering kali dilaporkan bahwa veteran Ong’s Hat paling hardcore sering muncul secara menonjol dalam gerakan konspirasi modern, seperti Wienergate, Gamergate, Pizzagate, QAnon dan berbagai kelompok-kelompok konspirasis virus corona dan 5G. Menurut para pelopor, kelompok-kelompok ini mengambil format ARG dan kemudian mempersenjatai diri mereka.

Ada elemen utama dari teori konspirasi yaitu mereka bermain cosplay tapi berpura-pura membenci orang yang bermain cosplay. Menenun fantasi ruang bawah tanah dan jagoan-jagoan penunggang naga untuk mengisi kekosongan narsistik dalam hidup mereka.

Tidak cukup bagi Anders Breivik untuk membunuh anak-anak saja, dia mengukuhkan diri bahwa dia adalah seorang templar ksatria yang berperang di perang salib.

Tamelin Zarnev menunjukan semua delusi kekerasannya dari keagungan pribadi yang menunjukan ciri-ciri seorang ahli teori konspirasi dan tentunya gangguan kejiwaan, narsistik.

Ketika Brenton Tarrant membunuh 51 orang di gereja kristen di New Zealand dia Live seperti youtuber yang haus akan klik dan perhatian.

Tragisnya adalah ketika dikombinasikan dengan dehumanisasi yang melekat dalam begitu banyak ideologi politik yang ekstrim.

Fantasi cosplay narsistik yang rusak kesininya semakin menunjukan penggunaan senjata dan korban yang yang sungguhan. Jangan lupa, hal ini juga terjadi di politik dunia nyata.

Catatan kaki:

Eugenika adalah seperangkat keyakinan dan praktik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas genetik populasi manusia, secara historis dengan mengecualikan orang dan kelompok yang dinilai lebih rendah atau mempromosikan mereka yang dinilai lebih unggul. Konsep itu mendahului istilah; Plato menyarankan penerapan prinsip pembiakan selektif pada manusia sekitar 400 SM.

Sinagoga adalah rumah ibadah Yahudi. Sinagoga memiliki tempat untuk berdoa dan mungkin juga memiliki kamar untuk belajar, aula sosial, dan kantor.

Adrenokrom adalah bahan kimia yang merupakan produk sampingan dari adrenalin.

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.