in emotions

Support the Sympathy

Tuesday, November 4, 2008 at 3:16am

Ini tulisan lama di facebook note yang gw pikir sebaiknya di bacakup di blog juga.

“Support” juga dikenali sebagai “Sympathy” merupakan sebuah ketertarikan sosial dimana seseorang melakukan “dukungan” terhadap orang lain.

Di siklus hidup gwa hal ini adalah hal utama yang paling gwa butuhkan. Walalupun ketika gwa amat-sangat membutuhkannya, I rarely knock someone else door atau memasang baliho besar di perempatan seperti caleg-caleg nggak jelas yang mengotori jalan kota dan pedesaan. I may make a small sign, but this is called The Mighty Internet just suck the whole networks attentions atau sahabat-sahabat terbaik-ku tahu dari tertawaku yang terlalu dibuat-buat, SMS yang hanya berisikan kata “Paen?” or suddenly doing a long distance call to discussing about “Disko” or I go to my best spot at the bar.

“Sympathy” muncul ketika seseorang merasa secara emosional atau benar-benar dengan penuh mengerti dengan perasaan orang lain, terutama untuk hal-hal yang berbau ketidak-bahagian atau penderitaan. Satu hal ini yang paling gwa hindari, karena expresi yang muncul akan sangat mendekati dengan “pity” atau “poor” walaupun mereka lebih sering menunjukannya ketika kadar “ketidak-warasan” ku away to the max.

“Lebih bernilai rasanya ketika mendapatkan penghargaan atas kekuatan daripada mendapatkan sympathy atas kegagalan ketika gwa menghadapi hambatan dalam sebuah proses “

Sympathy menurut gwa hanya akan membuat “kemalasan” semakin kronis, yang mana seringkali menghantui jam-jam dimana katanya rejeki sedang ranum-ranumnya.

Sometime support also make others looks so miserable, dan ketika itu terjadi others can take it’s as advantage for some how.
Dengan cara apa? Making a good impression, by telling that they so damn care. Aha +1 point for the organizer. Sure?

dan sebuah komentar yang cukup panjang dari seorang teman lama bilang :

Simpati itu bentuk balasan normal dari orang-orang normal. masalahnya, tidak semua orang bisa menerima bentuk simpati pada umumnya. tiap orang pun beda-beda. pada kasus gw, gw ga bisa dibalas dengan simpati all the time. istilahnya, moody. …pas gw lagi mood nya bisa nerima simpati, ya gw terima dan gw berharap itu bisa membangun kembali kekuatan gw. tapi ada kala dimana mood gw ga cocok sama yg namanya simpati, jadinya malah brontak dan tambah bete.

hal ini juga berbeda bagi pria dan wanita. klo di buku men are from mars dst, dijelaskan bahwa ketika pria lagi down, pengennya dikoreksi (diberikan masukan, seharusnya bagaimana). klo wanita, pengennya diberi empati (mengiyakan perbuatan si wanita, terlepas bahwa perbuatannya salah/benar). tapi ya ini generalisasi.

jadi, ada kemungkinan yg suka memberikan simpati itu adalah wanita ketimbang laki2. bener ga?