in Uncategorized

Berbagi Suami

Sebuah film karya Nia Dinata dipersembahkan oleh A MILD dan KALYANA FILMS. Sangat menyenangkan mendapat kesempatan untuk menyaksikan Yogyakarta Q Film Festival yang ditutup dengan pemutaran sneak-peak dari film ini dan film ini akan direlease untuk public pada tanggal 13 Juni 2006, yang mana di Jakarta pun premier film ini belum dilakukan dan penutupan Yogyakarta Q Film Festival mendapat kehormatan memutar sneak-peak film ini.
Penuturan perempuan dan poligami lewat Berbagi Suami, begitu headline press release mereka yang aku dapat dari mengfotocopy lebih materinya ketika Jatre meminta tolong aku untuk memperbanyak ketika wartawan yang datang masih ada yang tidak kebagian copynya. Copy-anku hanya kumasukan kedalam backpack, karena aku ingin film ini yang bercerita sendiri padaku bukan dari press lilis. Jatre yang kebetulan menjadi salah satu care-taker Q Film Festival memungkinkan aku menjadi salah satu tamu undangan gelap pemutaran Berbagi Suami. Diputar di Gedung Societed yang memiliki sound sangat minimalis untuk sebuah pemutaran film aku kesampingkan karena ini adalah Yogyakarta the city with no Cineplex 21.

Salma, Siti dan Ming tiga segmen cerita dari Berbagi Suami sangat apa adanya keseharian perempuan yang menjalani kehidupan poligami dari tiga usia, social dan etnis yang berbeda.
Salma (Jajang C Noer) adalah wanita elit berlatar kultur Betawi di usia 50-an, kesan elit ditampilkan oleh Nia Dinata sangat jelas ditampilkan dalam segmen Salma tanpa harus memperlihatkan tangga melingkar sebuah mansion dengan lampu kristal yang menjuntai di kamar tamu seperti sinetron sekarang. Sosok Pak Haji (El Manik) suami Salma segaja dipilih untuk menampilkan dinamisnya sosok Pak Haji yang masih bisa tetap menjadi Pak Haji sekaligus pengusaha, politikus, dan menjadi suami poligami yang menurutnya tidak merubah cara mencintai istri dan anaknya Nadim (Winky Wiryawan).
Siti (Shanty) dari pelosok Jawa berusia 30-an, kalau saja Shanty belum dikenal sebagai artis yang kosmo-girl mungkin wajahnya akan lebih nampak Jawa dimataku di film ini. Siti yang diboyong Pak Lik (Lukman Sardi) sopir crew TV ke Jakarta untuk diberikan pondokan dirumah yang set-nya sangat detail menggambarkan rumah yang sempit, kumuh. Set rumah Pak Lik jauh tampak lebih sempit karena disitu sudah ada dua istri Pak Lik yaitu Sri (Ria Irawan) dan Dwi (Rieke Dyah Pitaloka) dan lusinan anak-anaknya. Dalam set ini bahwa poligami hanya dilakukan orang-orang berada dengan sangat berhasil dipatahkan. Adanya kemungkinkan penyimpangan sex behavior (threesome & lesbian) juga diceritakan dalam set ini. Sosok Sri paling sempurna aku tangkap dalam set ini karena peran-peran Ria Irawan selama ini sangat kental dengan wanita Minak Jinggo (Miring Penak Jengking Monggo).
Ming (Dominique A. Diyose) gadis 19 tahun keturunan Tionghoa, sosok Dominique membuat darah mudaku meneriakan ?Hore!?. Peran Dominique sangat fit-in untuk Ming tanpa terasa timpang ketika menjadi istri simpanan Koh Bun (Tio Pakusadewo) yang sangat senior daripada Dominique. Detail set ini juga sempurna menggambarkan kamar perempuan keturunan Tionghoa yang mengingatkanku dengan teman-teman perempuan keturunan Tionghoa di kampusku dulu yang selalu blink-blink dengan warna, perfect! Toko mie yang kelam tetapi tetap ramai oleh beragam pengunjung begitu apa adanya digambarkan dalam set ini. Kehadiran Ira Maya Sopha sebagai Cik Linda istri Koh Bun mengobati kerinduan penonton dengan Cinderella perfilman Indonesia yang sudah lama tidak nampak. Dalam set ini bahwa poligami hanya dilakukan oleh perempuan yang tidak mandiri, mengesampingkan cinta, membunuh cita-citanya demi materi, dipatahkan. Sisi pemanfaatan tragedy tsunami oleh beberapa kalangan untuk tujuan pribadi, dan penggambaran bahwa sebagain orang yang sangat peduli dan tanggap tanpa harus menjadi banci kamera berkoar-koar di infotainment.

?Saya ingin menyuguhkan cerita yang sederhana saja, dekat dengan kenyataan hidup sehari-hari, dengan konflik-konflik yang riil dan mudah-mudahan bias lebih membuka mata dan hati kita, saat ini bagi yang sudah menikah, maupun di masa datang, bagi para lajang? tutur Nia Dinata tentang film ini.

Terima kasih sudah membuat film yang sangat-sangat jujur tentang keadaan Bangsa ini yang tidak bisa kita dapat di TV yang memborbardir kita hampir 24 jam dengan sinetron, iya sinetron.
Film wanita yang cantik, dengan wanita cantik, tentang wanita cantik.

Tragisnya menonton pemutaran film ini juga mengacaukan kepulanganku ke Jogja untuk liburan dan bertemu dengan sahabat-sahabatku yang sudah berkumpul, membuat kalian caos, repot, ribet, menunggu, dan terlantar. Maaf.

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

14 Comments

  1. Jadi curiga nih, jangan-jangan disana ntar loe bikin pilem “Berbagi Istri” !!

    Btw, kalo mo pergi jauh …. itu Charger HP jangan ampe ketinggalan yah.

    Trus …….. udah tau kalo disini pada seneng ngopi, kok gak bawa KOPI BALI sih ??? ama sejenis dodol yg dibungkus daun pandan berbentuk segitiga itu juga dong !

    -=he509x™=-

  2. hahaha…harus bikin dong berbagi istri…halah…
    OK, Charger siap!
    Kopi Bali? Siap! Daun bambu kali sir?
    Thanks sudah menitipkan tiket saya di satpam…

    Matur Nuhun.

  3. hihihih saya sudah nontonnnnnn!!dibuat melongo!kok ada ya laki2 kek gitu…apa lagi pas Pak Haji itu meninggal trus istri nya kumpul smua abis tu ada cewek satu lagi (Claudia Cyntia Bella) dateng bawa anak bayi ahoehiaeoha maakk istri nya banyaakkk kali…
    xixixix bagus banged…realita yang ada di masyarakat…
    mas saylow mo bikin tandingan nya kek nya Berbagi Istri…haieoheaiohae
    satu kosakata baru yang aku dapetin Minak Jinggo (Miring Penak Jengking Monggo) kek nya patut di coba aoehaeoihae 😛 cya..

  4. berbagi suami = gangbang ?
    oh iya mas blinya, kita sebentar lagi akan punya sineplex 21. dengan harga tiket 20 rebo skali nonton dan harga 15 rebo untuk nomat. tebak dmana letaknya. anda berminat ? karena saya mungkin bisa membantu anda (calo)

  5. temen-teman aku mau donk berbagi suami dvd or vcdnya…soalnya aku pake buat skripsi…gimana donk??? plis kabari aku ya…kalo ada beliin donk ntar aku ganti…okee…