Masafat, Music Festival Underground di Cairo

Masa-masa sulit dialami Mesir sekarang, sekilas mengutip headline di media utama akhir-akhir ini menyebutkan kalau warga dilarang untuk berkomunikasi dengan lembaga atau wartawan asing, kelompok-kelompok independen non-pemerintah. Tapi kehidupan terus berjalan, di ibukota Kairo orang-orang masih menemukan cara.

Masafat Festival, festival yang diselenggarakan selama empat hari di bulan September lalu membuktikan bahwa budaya modern masih hidup dan berjalan progresif di sana. Acara ini menampilkan sejumlah musisi eksperimental dan elektronik, diskusi panel tentang seni dan musik, dan serangkaian pemutaran film. Festival ini juga membuat pra-event di London yang melibatkan banyak seniman dengan topik serupa, untuk menyebarkan pesan dari Mesir secara global.

Masafat Festival diselenggarakan oleh sebuah event organizer musik dan seni Thirty Three Thirty Three yang berpartner dengan banyak pihak.

Berikut beberapa momen yang ditangkap dari Masafat Festival, yang diambil oleh Boiler Room partner festival yang sudah dikenal menayangkan banyak Musik Live Streaming .

LAFAWNDAH

Dawsha

C39S31

Nur

Ola Saad

Sami Baha

Facebook comments:

Dromme rilis video klip pertama untuk single pertama mereka “Kabut Rasa”

Ini tentang Musik Electronik, bukan tentang Electronic Dance Music atau yang lebih kekinian disebut iDe’eM yang dielukan dengan overplay di minimart-minimart. Kabut Rasa merupakan single pertama dari Dromme sebuah kelompok musik yang secara jujur mengklaim dirinya sebagai pengisi kekosongan genre elektronik di Bali. Lagu ini, “Kabut Rasa” lagu yang dirilis sekitar 5 bulan yang lalu lewat akun resmi soundcloud Dromme bercerita tentang “harapan yang pupus tentang rasa yang gugur oleh kata” ungkap Rika. Dromme adalah Rika di Vocal Jeyra di Programmer/Synth Dan Kharisma di Bass, yang musiknya dipengaruhi oleh musisi-musisi seperti Daughter, Aurora, Banks, Snakadaktal dan HMGNC. Kabar baik lainnya dalam waktu dekat Dromme akan merilis EP pertama mereka yang berisikan 6 lagu, sementara itu ambil posisi dan kita simak klip “Kabut Rasa” oleh Dromme.

Facebook comments:

Ulasan Album Hari Ini; Michael Nau – Mowing

Suara musik Michael Nau seperti proporsi yang cantik antara suara gitar usang, suara piano yang terkesan seperti preset standar synth casio dan tentu saja suara vocal Nau yang khas. Semuanya dibungkusan secara melo dalam rasa bau kayu terbakar dengan latar belakang tahun 70’an. Sisipan bossa nova yang selaras, sedikit soul reggae, hembusan angin di bibir gelas, dua hati yang memilih bertahan demi cintanya. Semuanya luar biasa.

Facebook comments:

Run Rabbit Run

Run Rabbit Run, adalah lagu yang ditulis oleh Noel Gay dan Ralph Butler. Noel Gay membuat musiknya dan kemudian lagu ini dinyanyikan oleh Flanagan dan Allen.
Lagu ini ditulis untuk Noel Gay show yang bertajuk ’The Little Dog Laughed’ yang dibuka pada 11 Oktober 1939, yang pada saat sebagian besar bioskop besar London ditutup. Lagu ini sangat populer semasa Perang Dunia II, terutama setelah Flanagan dan Allen mengubah lirik untuk mengolok-olok orang Jerman (Jalankan Adolf, Run Adolf, Run, Run, Run…)

Pada 13 November 1939, setelah pecah Perang Dunia Kedua dan juga segera setelah lagu ini diputar perdana. Jerman meluncurkan serangan udara pertama terhadap Inggris.

Judul lagu ini juga dikutip oleh Pink Floyd’s di track pertama album Dark Side of the Moon yang bertajuk “Speak to me/Breathe” memasukan lirik “Run, rabbit. Run” Lirik yang sama juga digunakan pada lagu “Bankrobber” dari The Clash.

Facebook comments: