in events, festival, music

Ubud Village Jazz Festival 2017 menampilkan musik jazz dengan cara yang berbeda.

Festival Jazz Internasional “berbasis komunitas lokal” yang dimulai pada tahun 2013 ini, sedang gencar mempersiapkan diri untuk kelima kalinya.

Tahun ini Ubud Village Jazz Festival akan diselenggarakan pada tanggal 11 dan 12 Agustus 2017 di ARMA Museum, Ubud, Bali.

Selain memperoleh banyak pujian dari para kritikus, musisi serta penonton, dan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata, melalui Pesona Indonesia, keluarga Kerajaan Ubud dan masyarakat lokal Ubud, Festival ini diklaim sebagai salah satu Jazz Festival terbaik di wilayah Asia Tenggara dan menjadi salah satu atraksi baru dari agenda pariwisata Bali yang wajib ditonton. “Kami mencoba untuk menampilkan musik jazz dengan cara yang berbeda”, kata Yuri Mahatma, co-founder Festival yang juga seorang musisi jazz.

“Festival kami tidak hanya menampilkan musisi besar dan band internasional serta nasional dalam dua hari, tetapi juga memberikan pengalaman yang mengesankan kepada para penonton dengan memberikan beberapa nilai tambah seperti desain lay out yang canggih namun membumi yang dirancang sedemikian rupa oleh tim arsitektur kami (Archimetriz Design) untuk memastikan bahwa penonton masih bisa merasakan kearifan lokal”, tambahnya.

“Intinya adalah, kita menaruh perhatian dan usaha ekstra untuk setiap detailnya karena kami percaya bahwa keindahan berasal dari sesuatu yang detail”, kata Anom, yang juga co-founder Festival dan bertanggung jawab dalam produksi. “Kami sudah melakukan ini sejak tahun pertama kami, dan ini berjalan dengan sangat baik,” imbuhnya.

Di tahun 2017 ini, UVJF dengan tema “Beautiful Music or Beautiful Minds” menyuguhkan lineup yang lebih imajinatif dan eklektik, yang menyatukan para musisi dari berbagai variasi jenis musik mainstream, modern, tradisional dan Latin. Highlight dari Festival tahun ini adalah musisi muda berbakat Gerald Clayton Trio yang akan tampil dengan Joe Sanders (pemain bass) dan Gregory Hutchinson (pemain drum). Gerald telah empat kali dinominasikan oleh penghargaan bergengsi , GRAMMY. Clayton, yang memenangkan posisi kedua di ajang Kompetisi Piano Jazz Thelonious Monk Institute pada tahun 2006, juga memperoleh nominasi GRAMMY tahun 2010 untuk Best Improvised Jazz Solo atas karya aransemen Cole Porter “All Of You”. Sementara “Battle Circle,” komposisinya bersama The Clayton Brothers, menerima nominasi Grammy untuk Best Jazz Instrumental Composition pada tahun 2011. Dia juga menerima nominasi GRAMMY pada tahun 2012 dan 2013 untuk Best Jazz Instrumental Album for Bond: The Paris Session (Concord) dan Life Forum (Concord), album kedua dan ketiganya.

David Manuhutu


Joe Sanders: sudah tidak diragukan lagi, merupakan salah satu pemain bass muda paling dicari di generasinya. Baru-baru ini ia ditempatkan sebagai runner up di final International Society of Bassists Jazz Bass Competition dan Thelonious Monk Institute’s Internasional Jazz Bass Competition.

Benny Likumahua – Jazz Connection


Penampilan Gerald Clayton Trio ini semakin solid dengan kehadiran Gregory Hutchinson, pemain drum jazz modern. Menurut Martin Kunzler, permainan drumnya sangat hidup dan berbeda, mengingatkannya pada Roy Haynes dan Philly Joe Jones. Menurut Jazz Magazine, ia adalah “drummer dari generasinya”.

Benny Brown


Gitaris Bali yang sudah diakui dunia internasional, Balawan, akan tampil dengan konsep musiknya dengan campuran gamelan Bali (Batuan Ethnic).
Sebagai bagian dari dukungan kebudayaan, Kedutaan Besar Australia mendukung kedatangan Steve Barry Quartet. Dia adalah pemenang Bell Award 2013 untuk Young Artist Jazz Australia of the Year dan runner-up di National Awards Jazz 2013. Steve Barry adalah seorang pianis, organis, komposer dan improviser yang berbasis di Sydney, Australia.
Sementara itu Insititut Francaise Indonesia membawa serta Samy Thiebault Trio, sebuah grup jazz dari Prancis yang akan mengusung konsep jazz modern.

B Good Vogel


Lineup UVJF tahun ini akan dihiasi juga dengan penampilan pemain trombone legendaris Indonesia, Benny Likumahua, yang akan berbagi panggung bersama dengan anaknya, yang juga merupakan salah satu pemain bass muda yang disegani di Indonesia, Barry Likumahua.
Dan untuk pertama kalinya, Kedutaan Austria akan mendukung ,,b.good Vogel’’ Duo. Marc Vogel dan Lukas Schiemer menggabungkan jazz modern dengan musik groove populer.
Tidak ketinggalan pula Glen Buschmann Jazz Academy Big Band, yang merupakan gabungan dari 22 musisi asal German akan tampil membawakan komposisi dan aransemen baru lagu-lagu Jazz standard dan beberapa lagu popular, seperti “Come with me” dari Tania Maria.

Seminggu sebelum UVJF berlangsung, akan diadakan Pre Event di berbagai tempat di Seminyak, Kuta, Sanur dan Ubud. Demikian juga dengan Post Event.

Untuk jadwal lengkap dan lineup lainnya dapat dilihat di situs resmi kami www.ubudvillagejazzfestival.com

Pintu masuk dibuka mulai jam 15.00 WITA sampai pukul 23.30 setiap malamnya.