in emotions, music, video

Setelah 30 tahun, Ulay bertemu kembali dengan Marina.

Pada 1970-an, Marina dan pacarnya bernama Ulay putus. Keduanya adalah seniman, jadi jangan salah cara mereka putus pun sangat nyeleneh. Mereka pergi berjalan dari ujung ke ujung Tembok Besar China kemudian bertemu ke tengah dan mengakhiri hubungan mereka dengan sebuah pelukan dan berpisah. Mereka tidak pernah melihat satu sama lain lagi setelah itu.

Lebih dari 30 tahun kemudian di tahun 2010, Marina menggelar seni pertunjukan di MoMA (The Museum of Modern Art) bertajuk The Artist Is Present dimana Marina akan duduk berhadapan selama satu menit dalam keheningan dengan orang asing. Tapi satu orang tampaknya telah menangkap perhatian Marina dengan cara istimewa karena reaksinya berbeda dari yang lain. Ternyata pria di menit 1:30 adalah Ulay. Momen ini terlihat begitu emosional.

Cinta akan tetap indah bahkan ketika sebuah hubungan tidak bertahan dan rasa memudar, kenangannya akan tetap ada. “We shall keep it in our hearts and minds forever.” Walupun Marina dan Ulay hanya saling pandang hati mereka bicara.

Oming pernah bertanya “Orang yang paling ingin kamu temui sekali lagi setelah selama ini tidak bertemu siapa?” Aku jawab “Dia!” karena aku bahkan tidak sempat mengucapkan salam perpisahan. Bila diberi kesempatan untuk bertemu dengannya sekali lagi, aku akan melakukannya sama seperti Ulay dan Marina.

Film dokumenter “Marina Abramovi The Artist is Present” akan dirilis tanggal 13 Juni 2015 di FILM FORUM, New York kemudian di NUART THEATRE di Landmarks dan di seluruh Amerika. Trailer film dapat disaksikan di: https://youtu.be/YcmcEZxdlv4

Video diatas adalah sebuah video musik dari “How I Became The Bomb” berjudul “Ulay, Oh” dalam sebuah EP berjudul “Adonis

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.