Delusi Eksistensi dalam Cotard, Singel Terbaru Dromme

Tidak semua orang secara sadar merasakan pengalaman berada di titik nihilis setelah tragedi menyakitkan.

Dromme meluncurkan singel ketiga, Cotard, setelah sebelumnya merilis “Kabut Rasa” dan “Take Me”. Single Cotardberwal dari keinginan untuk membuat lagu tentang rasa sakit. Altschimere, sakit yang dikubur dan meninggalkan sakit yang baru.

Perbincangan Jey (Synthesiser) pada Desember 2018 lalu di home studionya bersama Rika (Vocal) melahirkan simpul-simpul nada menjadi sebuah lagu yang utuh. Sebelumnya ada beberapa sketsa yang dihasilkan untuk digarap lebih lanjut. Awalnya cuma satu bar, tetapi kemudian dikembangkan lagi.

Di awal single ini terasa sekali suasana mistis yang dihasilkan oleh suara gemericik air diikuti lirih suara denting-denting bilah gamelan. Kemudian masuk tiupan sungu (terompet kerang) yang menjembatani alunan instrumen dengan gumaman vocal.

Jika dicari artinya, Kotart adalah keadaan di mana seseorang menganggap dirinya telah mati. Sebuah bentuk delusi ekstrem atau bentuk penolakan atas eksistensi. Sebagai salah satu bentuk sakit.

Lagu ini berawal dari pertanyaan-pertanyaan atas esensi dan eksistensi. Sampai di titik belum ada jawaban, bahkan eksistensi yang nyata seperti sekumpulan dimensi berbeda. Ketakutan-ketakutan akan rasa sakit, membuat seseorang merasakan hal-hal traumatik.

Continue reading

Zio Luncurkan video lirik “See The Sun” untuk hati hati yang tersenyum.


Dirilis Agustus 2017, album perdana Zio bertajuk “See The Sun” masih menjadi daftar putar wajib bagi pendengarnya di kanal-kanal musik digital. SingleSee The Sun” seperti yang diprediksikan menjadi single terkuat di album ini, terlihat dari jumlah putar di Spotify saja sudah didengarkan hampir selama 161.980 jam.

Untuk mengawali album “See The Sun” sebelumnya Zio sudah meluncurkan sebuah video klip dari single “Tak Tersisa” yang kemudian disusul klip kedua untuk lagu “Laguku” diluncurkan pada bulan Januari 2018.

See The Sun
Continue reading

Ubud Village Jazz Festival 2017 menampilkan musik jazz dengan cara yang berbeda.

Festival Jazz Internasional “berbasis komunitas lokal” yang dimulai pada tahun 2013 ini, sedang gencar mempersiapkan diri untuk kelima kalinya.

Tahun ini Ubud Village Jazz Festival akan diselenggarakan pada tanggal 11 dan 12 Agustus 2017 di ARMA Museum, Ubud, Bali.

Selain memperoleh banyak pujian dari para kritikus, musisi serta penonton, dan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata, melalui Pesona Indonesia, keluarga Kerajaan Ubud dan masyarakat lokal Ubud, Festival ini diklaim sebagai salah satu Jazz Festival terbaik di wilayah Asia Tenggara dan menjadi salah satu atraksi baru dari agenda pariwisata Bali yang wajib ditonton. “Kami mencoba untuk menampilkan musik jazz dengan cara yang berbeda”, kata Yuri Mahatma, co-founder Festival yang juga seorang musisi jazz.
Continue reading

We Star Music 2016 mengambil start di Warung Pepe, Dewi Sri.

Tahun ini WE STAR MUSIC kembali digelar, kali ini dengan thema “A Night Of Music With The Stars & Friends” sebuah pertunjukan musik yang intim yang mengkolaborasikan musisi legendaris di scene lokal bersama sahabat mereka untuk merayakan kebersamaan. WE STAR MUSIC tahun ini bersamaan dengan perayaan “85 Years Innovating With the Spirit of Bintang”

Venue pertama WE STAR MUSIC akan digelar di Warung Pepe, Jl. Dewi Sri No. 88X Kuta, Bali. Dibuka dengan penampilan Geekssmile yang penampilannya selalu ditunggu oleh fans-nya. WE STAR MUSIC klimaksnya akan menampilkan bintang tamu “The SmallAxe” yang akan mengundang ”Guest Friends” mereka yaitu Bee dari “D’Sunshine”.

WE STAR MUSIC
A Night Of Music With The Stars & Friends

Sabtu, 3 Desember 2016
Warung Pepe
Jl. Dewi Sri No. 88X Kuta, Bali

03-desember-warung-pepe