Pertanyaan di Hana


Jalan ini bahkan terlalu sering dilalui, tapi tidak pernah begitu perhatian dengan sebuah restaurant jepang kecil dimana aku berjanji bertemu seorang teman lama. Tidak begitu mencolok mungkin karena sebuah pergola kecil di depannya tentunya dengan tanaman merambat menjuntai. Ya di restaurant ini temanku memberikan sebuah pertanyaan yang nampaknya mudah sekali aku jawab. Aku menjawab pertanyaannya dengan satu kata “Mimpi” dan dia memaksaku untuk menjabarkan jawabanku, aku memulai ceritaku dengan sebuah senyuman :). Sebuah cerita mimpi yang sederhana indahnya.

Vintage red canvas sneaker

Mungkin sudah lebih dari lima tahun dia menemani melewati tarmac hitam yang panas, pasir pantai yang lembab, atau licinnya lantai dansa. Serat di bagian dalam alasnya sudah mulai aus, belum juga menemukan penggantinya. Suatu hari kamu akan berada di atas mejaku untuk selalu mengingatkanku tentang semua hal yang terbaik yang pernah kita lewati dan membawaku di titik ini. “Fvck’it Low it;s just a vintage red canvas sneaker!” Hahaha sok-sok sentimentil romantis! Ok ok ok next time saya gambar puting saja! 😛