in bali

SuBali, Menghidupkan Pengembang Lokal Bali [Press Release]

Komunitas Startup Bali (SuBali) akan mengadakan presentasi bulanan pertamanya pada Sabtu, 15 Januari 2011. Kegiatan bernama SuBali MeetUp ini akan diadakan di Popo Danes Art Cafe. Ada lima pengembang startup lokal yang akan presentasi, yaitu Deddy Andaka, penemu aplikasi penyingkat kro.co, Denny Widhana penemu personaflag.com, Leo Ferdinand penemu Infokost.Net Media Group, Sumartok penemu presentonomics, digital media & ahli komunikasi, serta Andri Yadi CEO DyCode dan pembuat Movreak, a social movie app.

SuBali MeetUp merupakan kegiatan diskusi dan presentasi bulanan yang digagas oleh SuBali, sebuah komunitas startup di Bali. Di kota-kota lain sudah ada komunitas startup, misalnya Startup lokal di Jakarta, Fowab di Bandung, Bancakan di Yogyakarta, dan Suwec di Surabaya.

Adi Setiawan, penggagas SuBali mengatakan, kegiatan ini selain untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman juga untuk mencari partner kerja sama, melempar ide startup, dan mencari angel investor. Bentuk acaranya berupa presentasi dengan waktu tertentu dilanjutkan dengan diskusi. “Ke depannya kami akan mengundang pembicara untuk topik yang berbeda setiap pertemuan, mulai dari sisi marketing, business model, keuangan, sampai dengan hal teknis pengembangan website atau aplikasi,” kata Adi.

SuBali MeetUp terbuka untuk siapa. “Kami tidak membatasi jumlah peserta yang mau ikut, tergantung ketersediaan venue dan dana dari sponsor,” tambahnya. Namun, untuk saat ini, peserta yang ikut sebagian besar dari pengembang (developer). “Semoga pada kegiatan selanjutnya bisa hadir peserta dari berbagai latar belakang mulai investor, entrepreneurs, developer, hacker ataupun mahasiswa yang tertarik dunia technopreneurs,” ujar Adi.

Startup merupakan perusahaan baru dengan produk kreatif dan berbasis digital. Umumnya media yang digunakan adalah internet. Mirip Unit Kecil Menengah (UKM) tetapi produknya digital atau online. Perkembangan startup di Indonesia (baca: Jakarta) sendiri sangat cepat. Berdasarkan informasi dari startuplokal, hampir 300 startup baru lahir tiap bulannya. Tentu saja hanya beberapa kecil yang berhasil dan berkembang. Ibarat bibit atau bayi yang baru lahir, hanya sedikit yang berhasil dan berkembang menjadi perusahaan dan benar-benar mendapat revenue. Koprol adalah contoh sukses startup yang berhasil setelah diakuisisi oleh Yahoo.

Contoh startup di Bali adalah TokoBagus.com, portal belanja, yang kini hijrah ke Jakarta. Ada juga kemana.com (shopping portal) dan kro.co (tautan penyingkat), personaflag.com yang salah satu co-founder-nya berasal dari Bali, yaitu Denny Widhana. Startup terakhir itu berhasil mendapat penghargaan Best Mobile application di ajang SparxUp Award 2010 lalu.

Para penggiat startup di Bali mendirikan SuBali singkatan dari Startup Bali pada 8 September 2010 lalu. Sampai saat ada sekitar 20 orang yang bergabung. ”Tujuan besarnya tentu saja untuk membuat Bali seperti Silicon Valey di Amerika Serikat. Seperti mimpi, sih. Tapi, semua kan diawali dari kecil, yaitu menghidupkan industri startup khusus-nya di Bali,” kata Adi optimis. [end]

Untuk info: Adi Setiawan. Telp. 0817271414 email adisetiawan@gmail.com

Write a Comment

Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Webmentions

  • Hello World! – BlackBerry DEVCONAsia, PlayBook, dan SuBali meetup | Deddy Andaka 's Blog February 1, 2011

    […] 15 Januari, SuBali atau komunitas StartUp lokal Bali mengadakan meetup yang ke-2. Saya kebetulan ikutan sharing sedikit pengalaman dalam mengelola startup bernama kro.co. Kebayang […]