Harus sedikit menunduk menghindari beton pembuangan air cenderung dan sedikit merangkak karena tangga menuju kamar kamarku itu punya sudut kemiringan 25 derajat. Iya kamar di lantai dua tepat diatas garasi kontrakan kita. Ketika menaiki tangga jangan berpegangan ke tembok karena kamu akan sukses tertular serbuk putih cat yang meluntur dan kalau musim hujan tangga ini extremely licin.
Diujung tangga ada pintu pagar kayu berwarna coklat, sebenarnya tangga ini useless kalau berharap untuk alasan keamanan karena sudah reot, tidak bergembok dan sangat mudah di lompati, it a waste.
Ukuran kamar itu sekitar 2,5 x 2,5 memiliki 4 jendela di sisi barat dan utara yang tingginya hanya berbeda 20 cm dengan pintu kamar yang menghadap ke utara dengan view halaman depan rumah tetangga yang tidak berpagar dan sering dipakai parkir mobil tamu disekitar gang itu. Di halaman itu cuma ada satu pohon mangga yang sudah tua yang daunnya sedikit memberikan kerindangan di depan kamarku, walupun jaraknya dipisahkan gang.
Kontrakan “Cah Bali ” kami berjarak sekitar 30 meter dari rel kereta api, dari atas kamarku kalau melihat ke arah timur masih sukses melihat sedikit petak sawah dengan latar belakang Janti Fly Over. Kalau kereta api jenis executive melintas di rel itu kamarku akan bergetar seperti terkena gempa berkekuatan 2,8 Richter. Terganggu? tidak sama sekali karena sudah terbiasa it’s just like never happen.
Kalau matahari terik hampir dapat dipastikan aku akan bertelanjang dada ketika berada di kamarku, karena dinding kamar dipastikan sangat banyak mengkonsumsi ultra violet.
Seingatku selama hampir 4 tahun tinggal di kontrakan itu tidak ada keinginan untuk pindah ke kamar lain yang lebih civilize. Karena banyak hal yang aku suka dari kamar ini. I can do almost anything dengan pintu kamar terbuka tanpa harus takut ada orang lain yang melintas di depan kamar. Seperti ketika berjingkrak-jingkrak mengikuti music dari PC atau meniru gaya rockstar diatas panggung with all my sperm on the floor as audiences and groupies. Kalaupun misalnya sesekali ada teriakan kecil kegelian, no body will hear. Jadi lebih bisa berekspresilah.
Aku bisa mengintip ke bawah untuk mengetahui siapa yang datang ke kontrakan. Disore hari atau malam hari,… kamar ini punya teras kecil dengan pagar tembok disisi timur yang bagus buat nongkrong sambil rokok’an dan ngupi. Lantai kamar sudah memakai keramik, kalau kamar lain masih pakai tegel dan harus dilapisi dengan karpet atau perlak plastik so it’s a lot easier to clean.
Dia sudah tertidur atau hanya berusaha untuk tidur dengan tangannya sebagai alas kepala menghadap ke sisiku. Aku memandanginya dengan gelisah. Jam didinding sudah menunjukan setengah 5 pagi aku akhirnya mengecup bibirnya just for a second.
dear bunbun…
kok kamu bisa bilang gitu?… keputusan ini ada karena
aku lebih mikirin orang laen daripada aku sendiri…
engga lah… tapi aku ga mau bahas lagi… moga kamu
ngerti apa yang aku maksud sebenernya…ok kalo itu yang kamu mau… ak berusaha ga ngubungin
kamu… tapi klo mungkin aku ga bisa sesekali… aku
minta maap…aku sayang ma kamu… dulu… sekarang… besok…
i hope we fine the best way for us to know that we
love each other….



November 16th, 2008 at 1:44 am
di kamar itu kamu menciumnya pertama kali?
huahuahua, sing percaya cang Low..cium doang?
November 16th, 2008 at 3:00 am
pasti cowok! huahahahaha..
November 16th, 2008 at 3:46 am
Koq sedih ya bli? hehe
November 16th, 2008 at 3:43 pm
Kamuh juga mengatakan “itu” pada yang lain yang menemanimu di lain waktu low..??!!
November 17th, 2008 at 3:23 am
janti fly over? lha kosmu kuwi ning ndi toh… kirain di kaliurang
November 17th, 2008 at 8:09 am
wah, ceritanya sama fotonya sepadan yaa? kangen sama si evi the orangutan?
November 17th, 2008 at 12:39 pm
ok tuan squiddward sebaiknya anda beli terang bulan sekarang..hmmm
yaai i love that pic
November 18th, 2008 at 5:04 am
Bli saylow… gambarnya itu lho…
November 18th, 2008 at 1:00 pm
Janti Fly Over?? Di jogja..??
Wah, kangen banget ma suasana jogja. Nggak seperti di sini, sumpek!
Salam kenal bli..
November 18th, 2008 at 4:21 pm
# devari : Aku aku nggak sebejad yang kaw kira, wahai kaw pembajak! hahaha… percaya na’e kapah2x sama aku hihihi :p
# indra : Tau aja, maksod loooh!!! hahaha
# blad : Iya ini cerita sedih, cuma kamu yang ngerti.. coba liat dua comment diatas, the just don’t get it! hihihi
# Tulank : We read the same book, so shut’da’fa’up! hahaha
# fenny : Kost siapa? emang ini tentang aku? kategorinya adalah “Fiksi Ilmiah!”
# golda: Ho’oh kapan yah dapet gratisan lagi kesana
# Na : Beli terang bulan bikin sendu! hahahaha
# Rah Reborn : Pengen juga photo sama gadis saya itu?
# pushandaka :
hayoo ke Jogja! Salam kenal, thanks for comment
November 19th, 2008 at 11:01 am
jadi ingat masa jadi anak kost di surabaya
November 20th, 2008 at 7:43 am
i hope we FINE the best way for us …..
kok ndak ada keterangan [sic] nya?
*EYD: Enggris Yang Disesatkan*
November 21st, 2008 at 3:23 am
Adi sebet sajaan asane neh..nak kenken ne? jak megibung yuk di panjer…sik agus..
November 21st, 2008 at 9:34 am
Janti Fly Over
hehehehe. Kalo terima telp trus ada pesawat ato kereta lewat, mesti diem sejenak yah…
Ada Ayam Bumbu Bali enak banget lo di bawah Janti Fly Over…. mmm… yummy….
Minggu depan mo Jogja lagi ni ( kangen berat ma jogja ), mo nitip nasi kucing or sate usus LOL…
btw, salam kenal ya bli… sepertinya dirimu alumni foursmu juga tha ????
November 23rd, 2008 at 9:19 am
Owwwww….
Owwwh…
owwh…
December 3rd, 2008 at 5:50 am
kenangan masa lalu pak???
December 3rd, 2008 at 10:41 am
fiksi! fiksi! ngerti nggak sih artinya fiksi! hahahahaha
December 5th, 2008 at 5:05 am
itu kamar maksiat! dikamar itu jg terjadi kasus duren+bir huahahahahhahahahah…thx low atas pinjaman kamarmu itu walau kasurnya bau sperma2 yg udah mengering, tp kanggwang!
udah berapa wanita kamu tebas disana low? termasuk penghuni halus pohon mangga depan kamar mu itu kah? xixixixixixixi
December 7th, 2008 at 12:36 pm
Ga kebayang gimana tersiksanya yang nempatin sekarang, harus membersihkan tumpahan radioaktif yang ga hilang selama beberapa generasi.
Saya dulu dapet tinggal di Babarsari beberapa pekan, kalo turun bis dari Depasar kodenya Janti.