Circle-K Perampok!

Toko 24 Jam berwarna merah ini adalah pilihan mudah untuk membeli kebutuhan-kebutuhan urgent alasan lain karena toko ini kayak toge dimana-mana ada. Kalau dikalangan anak muda di Bali Circle-K adalah “Gengsi” mereka bisa terkesan trendy dengan belanja di Circle-K atau cuma beli sebotol beer dan nongkrong di depannya sambil liatin Hot Pans bersliweran. Cuma sialnya disinilah sering pelanggan ditilep atau setidaknya penjaga toko mendapatkan pendapatan lebih untuk dirinya sendiri karena seringkali kita gengsi atau males meminta print-out. Seringkali juga mereka memanfaatkan kesempatan terburu-burunya pembeli. Bagaimana modus operandinya?

Kondisi-kondisi mencurigakan/diwaspadai :
1. Tidak ada layar tampilan harga yang menghadap ke pelanggan.
2. Mesin pencetak print out mati.
3. Biasanya muka yang jaga udah pasang tampang serem (tidak ramah/muka jahat).

Bagaimana mereka merampok?
1. Mereka memasukan / menggesek 2 kali barang belanjaan anda, seperti seorang pesulap kartu bermain kecepatan tangan. Perhatikan bunyi “nit”.
2. Mereka akan mengucapkan total pembelian, tanpa memberikan print-out.
3. Jikalaupun anda diberikan print-out mereka akan berpura-pura melakukan kesalahan memberikan uang kembali.
4. Jika anda membeli kopi atau minuman chaset harganya sama baik dengan diseduh ataupun tidak.
5. Roti/Kue basah ada masa kadaluarsanya mereka bisa saja menukar tanggal kadaluarsa. Kalau melewati masa retur mungkin saja roti sudah dihitung sampah oleh supliyernya tapi ketika diberi label masa kadaluarsa yang baru, they can still sell it to you.

Bagaimana melindungi diri anda sendiri dari perampokan Circle-K?
Pastikan selalu minta print-out. Kalau mereka memberikan alasan mati, minta kalkulator hitung sendiri belanjaan anda. Anda akan terkejut, you pay what you don’t buy! dan dengan mudahnya mereka akan minta maaf. No print out no pay, is a bullshit quote!

Popularity: 20% [?]

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

wahh mulai sekarang kudu ati2 neh.. soalnya saya slalu trima struk, tapi ga merhatiin isinya :D

Juragan,

Memang begitulah adanya kalau kita sebagai konsumen kurang jeli, ada baiknya dimuat saja di surat pembaca koran-koran di Bali agar khalayak ramai lainya bisa lebih mawas, seperti halnya pembaca blog, hanya prosentasinya yang baca koran lebih besar dari mereka yang mbaca blog juragan ini :D

Sekalian upaya ini adlaah pembelajaran khalayak umum agar bersikap mawas thd praktik2 culas macam gini..

Di US itu ada namanya BBB (Better Business Bureau) yang menjadi acuan calon konsumen sebelum melakukan transaksi pada satu perusahaan, dilihat ratingsnya dan para juragan toko amat sangat perhatian manteng disana mengamati kalau-kalau ada komplain.. karena disana salah sedikit main ‘legal sue’

Salam hangat dari Afrika Barat!, semoga gak kecele dua kali :D

PS: Apa sih merek yang di beli? Heineken? :-p

Wow nice topic bli,…. baru tau ternyata C-k kayak gitu… ada juga temen tiyang megae ditu, biasanya mereka nyuri barang2 toko juga. Maen selundup gitu deh…. wah wah moralnya uda ga bagus dan pemilik juga kurang peduli, hanya sibuk ngitung uang hasil jualan aja tiap hari.

hihiiii udah keduluan Bi yang posting….

But yang penting buat kita adalah “WASPADA”
karena pengalaman ini juga pernah menimpa saya sendiri beberapa hari yang lalu…

Ada lagi Low kecurangan yang lain, tapi yg ini tidak merugikan konsumen tapi merugikan perusahaan mereka sendiri. Modusnya begini : misalnya ketika konsumen membeli sebuah miras (minuman keras) yang harganya lumayan mahal maka mereka akan menjual tanpa memasukkan transaksi ke komputer kasir. Nantinya stok barang yang terjual tersebut akan digantikan dengan membeli lagi barang di luar. You know what, harga di luar jauh lebih murah, bayangkan 1 botol bisa beda hingga 100 ribu. So, tinggal hitung untungnya berapa. :D

ooo, gitu toh.

Ya…semuanya tergantung kitanya kalau banyak uang sih ndak masalah anggap aja bersedekah,tapi yang kayak ane harus mikir dulu dan selalu hati2….waspadalah………..

Gw punya pengalaman sama pas di CK Kuta… gw minta struck dikasih juga sich, tapi gw ga rugi amat rupanya punya kebiasaan re-check harga pembelian. Gw balik ke counter &nanya ama cashier & helper-nya…. yach, mereka bilang kesalahan tanpa senyum… innocent banget dech. Udah biasa kali ya… huh!

wah, thanks banget infonya. mungkin nih yogya bisa jadi yang kedua setelah bali, pasalnya CK sudah sangat2 menjamur (lebih baik dibilang jamur daripada toge, hehehe) dan memuakkan. hahaha.

[...] yang mereka jual adalah mini market 24/7 (alias kalong). CK menurut seorang bli yang punya blog Saylow adalah mini market yang kayak toge (dimana-mana ada) dan menjadi salah satu simbol [...]

bos.. jgn pake nama daerah lah. blm tentu di bali aja CK nya bermasalah!!!

Maaf Pak Ketut, tiang hanya menulis pengalaman tiang yang kebetulan di Bali, belum pernah belanja di CK luar Bali.

makasih atas infonya ^^!

buka dukn di Medan……. Sumatera Utara,,,, Om Brayen pa kbr????? Yudha Perdana

Leave a comment

(required)

(required)



Comments links could be nofollow free.