Dia bilang…
…
“Engkau pernah mengeluh benih-benih cinta dikebunmu melayu nyaris mati kekeringan debu-debu kenangan diterasmu semakin menebal menyesakan aliran nafasmu tapi bukankan hujan pasti turun menghindahkannya?”k.
03/12/07
21:24
“Ibarat bibit pohon akupun tumbuh dan berkembang
Aku ingin ada satu bibit yang tumbuh diteras hatimu
mungkin bisa hidup dan berbuah mungkin juga bisa layu dan mati
tapi setidaknya aku pernah mencoba hidup di hatimu meski hanya dengan sekilas usaha”k.
04/12/07
12:24
“Bernarkah berbeda, berbeda jalan setapakku
bila berbeda pula tangan yang menuntunku
tidakkah akan tetap saja terulang hal-hal kecil yang menyakitkan”k.
Popularity: 7% [?]
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
Hey Wid, what’s up? Apa kabar? Bukan puisi bukan juga sajak patah hati,… hanya sebuah “harapan” seseorang sahabat.
wah, lagi menanti sebuah jawaban dunk sir…
*sambil setel lagunya Padi menanti sebuah jawaban kenceng2 didepannya saylow…
kita berjalan beriringan tapi tak searah…
bersatu seperti angin dan debu…
menyelami hati mendaki pikiran…
tanpa berpegang pada jiwa kita….
*)ini puisi yg saya buat tahun 2004, say udah lupa lengkapnya… untung dek cahyadi temen saya masih inget… I LOVE U Low…..
Semoga turun hujan dan menghapus itu debu2 ya.. selain dia bikin buteh, juga bisa bikin bengek ini kambuh
Semoga benih itu tumbuh kuat dihatinya, dengan catetan disirami (dan di bahagian hatinya) dengan perbuatan kecil tapi bermakna besar..
brokencode : Kalau ada photo saya didalam photo itu berarti saya hanya melakukan digital editingnya. Kalau yang bukan hasil jepretan saya kasi a photo by : …
Pemula Pak,…. camera aja nggak punya ketika hunting pinjem camera temen
Luigi Pralangga : Wow! Thanks sir sudah melengkapinya ![]()





Ini puisi ato sajak patah hati ya? Tapi sumpah nyentuh banget meskipun aku agak2 ga ngerti makna sebenarnya hehe…