Nona Louis Vuitton

bukan nona kalau berdarah

“Low, tidak ada yang lebih menyakitkan dari apa yang aku alami saat ini, jalan hidupku adalah yang terburuk yang pernah ada.”

One word for you dear… BULLSHIT!!! You wanna a worst case scenarion…lemme design it for you.

Lets called her “Nona Louis Vuitton”

Nona,… dia belum bisa dikatakan dewasa karena umurnya baru terhitung belasan, Nona juga bukan anak-anak lagi karena yang dia alami jauh membuatnya dewasa dari pada tante-tante yang menggandeng tas LV dan mengeluh betapa teriknya hari ini.

Hari ini Nona menstruasi, handuk kecil pengganti pembalut yang dia pake biasanya hilang diembat maling ketika dijemur di belakang istana kardusnya siang tadi. Dia membasahi koran bekas kemudian memerasnya dan melapisinya lagi dengan lembar koran yang lebih kering cukup membuat selangkangannya nyaman.

Nona ingin sekali tidur, tapi belum sekarang. Malam masih terlalu muda. Suara gerbong melintas masih terlalu bising berlomba dengan paduan suara nyamuk yang mungkin jumlahnya hanya satu kompi.

Mungkin cahaya lilin akan membantu sedikit mengurangi pesta darah nyamuk-nyamuk itu, tapi cahaya lilin akan memancing Bang Bahar preman bedeng estate ini untuk menyambangi Nona seperti biasa melampiaskan napsunya sisa mabuknya bersama antek-anteknya.

Nona menggigil bukan karena dingin yang sudah terasa terbiasa, dia menggigil karena seharian makan sisa remah singkong keju dalam kotak sampah tadi pagi hanya membuat perutnya keram.

Nona tersenyum pada boneka buntung teman tidurnya yang tetap terjaga menemaninya berbagi cerita keajaiban dengan bahasa mereka. Boneka itu bercerita tentang ibu, bapak, saudara, sahabat, dan kekasih yang nona tidak sama sekali bisa bayangkan bentuknya. Boneka itu hanya meracau.

Ketika seseorang berkata “bertahanlah…” jangan sekali-sekali anggap itu hanya sebuah kata prihatin. Mereka sungguh-sungguh berharap supaya kamu bertahan. Karena mereka atau orang lain jauh lebih parah. Bersyukurlah, ucapkan “terima kasih” dengan sungguh-sungguh dengan hal-hal kecil yang kamu miliki. Kamu tidak pernah sendiri, mereka selalu ada hanya kita yang menganggap mereka “tidak pernah ada“.

Tertawalah selagi bisa karena itu cuma fiksi selingan makanmu.

So dear you need to F the U so you may C the K and I all I need is a another bottle before sleep. Good Night dear I’m so tired of my self too let’s hope for tomorrow.

*Deja fu, I think I have wrote this shit for you before. Original photo taken from somewhere between flickr and deviantart and the copyright belong to the owner.

Popularity: 6% [?]

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

Kereeen… Ceritanya kereen.. :)

Thanks Olin :D

Bagus ceritanya….
Penuturan yang bagus,singkat namun mampu membawa pembaca seolah masuk kedalam cerita :)

Salam kenal

Thanks Aiy, salam kenal juga. :D

Leave a comment

(required)

(required)



Comments links could be nofollow free.