Malam ini dalam sendiri aku mengingatmu.

Seingatku dibulan-bulan ini setahun yang lalu adalah tahun pertamaku bekerja di kedutaan negeri seberang di kota kita. Tahun yang dimana aku menemukan over excited atas pekerjaanku, kesibukan 8 jam didepan komputer dan kadang overtime mengurus berkas-berkas yang selalu datang mengalir menuntut untuk dimasukan kedalam database membuatku menemukan duniaku. Aku sembuh dari luka gores yang aku dapat dari kesalahanku sendiri, argh whatever It’s just my past now. Aku bisa menghadapi pandangan kasihan mereka terhadap masa laluku dengan tersenyum yang membuat mereka sedikit yakin I’m doing fine, walaupun sebenarnya ketika aku belum tertalu lelah untuk tidur aku sesekali masih menangis.

I was in the midle of my hectic those day at the office, yep hari ini sabtu seharusnya aku off tapi aku memutuskan untuk lembur. Aku malas dirumah malam minggu, peri-peri gosip sahabatku akan menjemputku dirumah ke sebuah tempat makan atau nongrong baru yang mereka temukan. Selalu menyenangkan bersama mereka membahas yang sehrusnya tidak begitu penting menjadi sangat personal dan lucu ketika berkumpul dengan mereka. Tapi yang paling aku benci dalam perjalanan atau ketika berada di restaurant, bar, atau dipojokan club-club itu aku selalu merasa kesepian di keramaian. Melihat di kemacetan lampu merah sepasang kekasih berpelukan mesra sambil cekikikan diatas motor mereka selalu membuatku tersiksa, I realy need someone… Iya pacar. Hp-ku bergetar,… “Hallo Stela lagi dikantor yah? Ini Kak Yolanda.” Istri sepupuku, Irwan. “Hi Kak ada angin apa kok tumben telpon?” “Nggak gini ntar malem Kakak sama Masmu Irwan dan anak-anak mau makan malam di restaurant deket rumahmu, kamu ikut yah.” “Dode sama Mirka kangen tuh katanya ama kamu.” “Kangen? bukannya minggu kemarin saya main kerumah?” Apa mereka belum puas saya coret mukanya pake spidol waktu kalah main kartu? Hihihi. “Iya,… kita mau ngajak Wangsa juga loh” “Wangsa?” Anaknya Om Yok kerabat sepupuku. “Bukannya dia kerja di kapal pesiar?” “Ow udah dirumah 6 bulan ini, udah deh pokoknya dateng yah jam 7.”

Wangsa, terakhir ketemu ketika resepsi pernikahan Irwan dan Kak Yolanda 5 tahun yang lalu. He was prinches charming back there, tapi yang aku dengar he was taken dan segera menikah dengan kekasihnya. Jam 6 si boss baru saja menginstruksikan menambahkan sedikit perkerjaan di mejaku, Please finish little bit more Buttercup I have to send the report tommorow. Aku mengiyakan saja melupakan janji makan malamku. Hp-ku bergetar, “Stell… udah dimana? kita udah mau jalan nih dari rumah ketemu disana yah” “Anu Kak, aku kayaknya nggak bisa masih ada kerjaan di kantor.” “Nggak bisa ditinggal atau dilanjutin besok senin?” “Aku nggak enak sama boss ku Kak.” “O gitu yah? Kamu ngomong sama Irwan yah.” “Buttercup,… comon all I ask you just a little fever to join us dinner tonight, aku tidak akan menjodohkanku dengan Wangsa, it’s just a regulal dinner…please” Sebal! aku selalu tidak bisa mengatakan tidak kalau sudah Irwan yang membujukku… “Ok, ok I’ll be there at 7.30″ “Sir I’m sorry I got to go home, I need to do this thing with my brother” “It’s ok Stella, it’s saturday go home, have life and a nice weekend” I can wrap those up latter,… I understand”

Memberi kesempatan untuk mengenalmu malam itu membuat 3 bulan bersamamu merasakan lagi memiliki seseorang yang akhirnya kembali membawaku menangis lagi untuk kehilangan. Kamu bukan laki-laki cerdas yang akan menyelamatkan dunia seperti apa yang ku cari selama ini yang berakhir dengan luka, ketulusan senyummu, hatimu yang membuatku selalu ingin membenamkan diriku di pelukmu. Malam ini aku mengingatmu.

Popularity: 6% [?]

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

*perlu bahu?

ganti kelamin low ?

aku bingung membacanya, yg nulis itu Saylow apa Stella sih? koq kyknya dobel gitu. Say.. butuh kelonan / selangkangan?

CENGENG!!!

hihihi

wah, saylow dah pengen menikah dan membangun keluarga ya?? aih aiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhh………….

gw doain deh…
perlu bantuan side A?

Pengen sih koh, tapi nggak sama situ! huahuahuahauhua wah kalau pencerahan selalu butuh… apalagi dari koh fami yang bijak dan sekaligus homok! huahuahuahua

sepertinya lu punya kepribadian ganda. hehe terkadang bertanduk kaya kambing congek, dilain waktu melow melow saylow hikhikhik ikut berduka cita atas ending melodrama diatas…

wah bukan ganda lagi sir! kepribadian gwa banyaaak! hihi

Leave a comment

(required)

(required)



Comments links could be nofollow free.