kedis cerukcukku

Rumput dan semak belukar disamping rumah sudah sangat tinggi sekali, ini harus dibersihkan. Beberapa hari lagi rainan, semuanya harus kelihatan bersih karena di hari itu kita merayakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Belum lagi sebuah batang pohon mangga melintang menimpa penyengker sanggah. Aku mengambil blakas untuk menebangnya, ternyata batang pohon mangga ini cukup alot sudah hampir 10 menit aku berusaha memotongnya tapi setengah pun belum nyampe. Pikiranku kemana-mana sambil konsentrasi untuk menempatkan bilah blakas di sudut yang sama. Dia… ya wajahnya menari-nari lagi di pikiranku, tersenyum sendiri mengingat kelakuannya ketika dia bersamaku. Belum seminggu di kembali ke rumah asalnya di seberang, aku tersadar dia sudah jauh sekarang. Jauh dari kesejukan desa ini, jauh dari kesederhanaan senyum tulus, jauh dari burung cerukcuk yang setiap pagi mengantarku menarik selimutnya… membangunkannya, iya jauh dari aku. Sms… "Hi Bli kangen nih,…disitu msh pagi yah? Aku lagi di depan pintu club antri guestlist, the hottest DJ in town lounching his album tonight and it’s gonna be hell big party…muah" Teringat lagi ketika mengantarnya di bandara, dia mengalungkan syal putihnya sambil membisikan "Bli adalah cinta sejatiku, kalau Bli merasakan hal yang sama susullah aku"… ciumannya di kening, dia mencakupkan tangannya, menunduk, setetes air mata terjatuh di cakupan tangannya. "Tiang mepamit Bli…"
Aku menangis,… air mataku bercampur keringatku. Tanpa aku sadari Iwa yang sedang menyapu didepanku menghampiriku dan memegang tanganku yang sibuk menghentakan blakas kebatang kayu yang ternyata sudah tidak beraturan lagi. Aku memandang Iwa,… "Kau susullah dia Yan, kamu tidak akan merayakan Galungan kalau hatimu masih dikalahkan kesedihan."
Nomor penerbanganku dipanggil,… aku menepukan tiket pesawatku dan mencium syal putihnya yang aku pakai. "Bli akan menyusulmu dan membawamu pulang ke desa lagi, tapi kali ini untuk selamanya." Aku akan menceritakan rencanaku denganmu, memulai sebuah awal baru. Aku harus bisa menyakinkanmu untuk meninggalkan gemerlapmu, karena Iwa sudah berkorban menjual carik satu-satunya warisan keluarga hanya untuk membelikan aku tiket pesawat ini untuk membawamu kembali.
Cerukcuk itu membangunkanku lagi… aku harus ke carik maturan
sebelum matahari melewati kepala.
theme : Picaresque : The Engine Driver
“Selamat Galungan, may the force be with you”
***
- kedis : burung
- cerukcuk : sejenis burung dengan kicau merdu
- rainan : hari raya
- penyengker : tembok pagar
- sanggah : tempat suci
- blakas : golok
- tiang : saya (halus)
- mepamit : permisi/pergi
- Iwa : paman
- Yan ; singkatan dari Wayan : anak tertua
- carik : sawah
- maturan : menghaturkan persembahan/sembahyang
Popularity: 5% [?]
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
Wangun tenan Bung…. Sip bangetttt… Aku sampe ikut terhanyut je… Pengganti Putu Wijaya telah lahir… Hehehehehe…
Bagaimana akhir perjalanan Wayan menyusul cintanya? Apakah sang kekasih akan kembali ke pelukannya atau malah berakhir tragis dengan penolakan? Saksikan dalam serial “Saur Sepuh” beriktunya :p, esok pagi pukul 05.00 wita hanya di stasiun radio kesayangan Anda, Saylows.FM.
*jadi inget saur sepuh, ama cerita di radio saat pagi buta :p*
*Seperti sinetron “Galang” di Indosiar saja :p*
Tapi dari hasil analisa gogole pagerank, kayaknya traffic si Wayan menyusul kekasihnya(kemana? dimana?) akan berakhir tragis deh, mirip kasus Adam Air. Walhasil, pulang dengan beribu tetesan air mata penuh ketegaran, mencoba melupakan semuanya….
Kini Wayan telah berada di kampungnya kembali, mencoba mencari cara untuk melupakan sang kekasih serta tak lupa bekerja keras membeli pengganti tanah warisan yang telah amblas lantaran perjuangan cinta :p. Ditemani “kedis crukcuknya”, Wayan menetap di kampung, merawat Iwa yang stroke karena Rossi kalah lagi di Donington Park…
Yan… Yan…
Tagihan VSAT-mu bakalan membumbung tinggi nih bulan ini…
# Sigit : Udah ta pebaiki koh! PUWAS!! hahaha
# temukonco : *buka helm
# Arya : Huauauauau Kleng Nok! kedek jungklang-jungkling rage be’ne hauhauaua LOL! **sabat Arya aji blakas!!! hahahahaha
# anima : sebuah cerita kalau disebutkan “berdasarkan kisah nyata” pasti jadi bikin penasaran khan? Ok saya katakan saja ini kisah nyata
, padahal saya postingnya sich di category fiction.
# Sigit : Udah ta pebaiki koh! PUWAS!! hahaha
tumben sir gak berbau selang****** dan sekwilda hihihi… kirain emang kata dasarnya susu, hmmmm sluuuurrrrrrrrp :p
*kabur lagi…
#didats ! masyaoloh lo ngaku pernah tinggal di Bali tapi gak ngerti galungan ? MEMALUKAN !!!
#dental ! ikot ikot ikot ikot !!!
#saylow ! IGO nih ?
:))





susulah? kata dasarnya susu atau susul sir?
*kabur