15 Minute Sunset.

Ya lagi-lagi pantai dreamland, pantai ini belum juga membuat gw bosan untuk selalu kembali kesana untuk menunggu “the 15 minute sunset“. Walaupun jarak dari rumah, hampir 25 Km tidak terasa terlalu jauh untuk ditempuh apalagi ada cewe boncengan yang pelug-pelug (walupun tak suruh biar pegangan :P) HORE! ***tendang Didats ke timur tengah! Ke semarang-pun kalau begini mah hayuuu…hihihi. Hari ini memang tidak berencana berenang/surfing seperti minggu sebelumnya bareng si Gadnya yang bikin pegel minta ampyun, I just can’t handle those pro-wave at the dreamland. Today we just gonna wait for the sunset and have some fun.

Hari ini di gerbang Pecatu Graha tampak berbeda, lebih banyak security dan polisi yang menjaga. Spanduk-spanduk property berderet banyak. Setelah memasuki jalan Pecatu Graha menuju Pantai Dreamland terlihat banyak kesibukan di area yang sebelumnya terbengkalai. Traktor dan alat berat lainnya tampak sibuk merapikan gundukan-gundukan tanah yang sekiranya dibuat untuk lapangan golf, tertulis “Hole 17″. Danau-danau buatan yang dilapisi plastik juga sudah mulai terisi air, mungkin musim hujan nanti sudah penuh.

As always the beach was not to crowd. Mampir ke sebuah beach side warung sebentar buat ganti celana pendek. Warung-warung/penginapan semi permanent itu tenyata dibuat oleh orang2x sekitar tanpa hak pakai/hak milik, menurut pengelola salah satu warung tersebut dalam setahun kedepan mereka semua akan digusur dan akan dipindahkan ke area sisi pesisir selatan dari dreamland. Karena hak milik daerah itu sepenuhnya dikelola oleh Pecatu Graha.
Kita memutuskan untuk berjalan ke arah selatan ke sisi pantai yang lebih berkarang just try to find a spot to sit and wait for the sunset. Setelah melewati gugusan karang (**halah gugusan emang pramuka! hihihi) seorang ibu-ibu setengah baya menunduk-nunduk diantara batu karang yang menyembul di pasir pantai yang terendam ombak. Dia sibuk mencongkel-congkel sesuatu dengan sebuah batang besi.

pencari bulu babi

Reporter jejak petualang dadakan :Ngalih napi nike Bu?” (Nyari apa itu Bu?)
Ibu Pencongkel :Niki ngalih Bulun Babi!” (Ini nyari bulu babi)
Si Babi : **merinding membayangkan dibului pake batang besi
Reporter jejak petualang dadakan :Anggen napi?” (Dibuat Apa?)
Ibu Pencongkel :Kal ajeng nike…” (Buat dimakan gitu…)
Si Babi : **membayangkan mulut si ibu penuh dengan bulu ketek babi…PLAKS!!! INI BABI LAUT KOPLOKS BUKAN BABI DARAT!

bulu babi darat

Reporter jejak petualang dadakan :Ten sakit limene kene tusuk nike?” (Nggak sakit tangannya kena tusuk?) ***sambil memegang jari tangan si ibu yang kemerahan menahan sakit yang sesekali tertusuk bulu babi.
Ibu Pencongkel :Sakit akedik ten kenapi sampun biase” (sakit sedikit nggak apa-apa sudah biasa)
Reporter jejak petualang dadakan :Ados ten ngalih be manten ke pasih kal ajeng Bu? , daripada ngalih niki” ( Kenapa nggak nyari ikan aja melaut buat lauk Bu? daripada nyari ini?)
Ibu Pencongkel :Kenten ombak’e gede sajan mangkin ten wenten be
Reporter jejak petualang dadakan : Tulungin tiang ngalih nggih” (saya bantuin nyari ya) , Putu tunggu di pasir situ aja yah aku mo bantuin ibunya nyariin bulu babi.
Putu eh Si Babi : “Hati-hati yah” ***sibuk photo-photo.

Capeee Deeeh! Terjemahin kalian ke basa bali! ***kubur aming hidup-hidup dengan jutaan bulu babi! bulu babi

Sempat memegang tuh bulu babi, ternyata mereka bergerak dengan menggerakan bulu/durinya untuk mencengkeram batu karang atau pasir ketika ditaruh ditangan sebenarnya nggak nusuk-nusuk banget kayak geli-geli gimana gitu,…namanya juga bulu tentunya bikin geli dong! duh!

Setelah bosan bantuin si Ibu Pencongkel kita nyari tempat teduh dibayangan batu karang “it’s chips & cracker time!” Bulu Babi…Membayangkan hidup/makan hanya dari apa yang disediakan alam awalnya sangat sentimentil. Ok ketika kebutuhan hanya sebagai mahkluk individu hal itu memungkinkan. Tapi ketika harus melihat kenyataan hidup sebagai mahkluk sosial “those concept was imposible to do” apalagi hidup di Bali, masih ada tanggung-jawab pada komunitas “dadia/banjar/desa” atau lingkup yang paling kecil “keluarga” dan kita harus bekerja untuk uang. Whatever!
dreamland beach sunset bali

Sunsetpun berlalu, surfer-surfer mengepit papannya kembali ke penginapan, photographer pre-weding merapikan tripodnya, Si Ibu Pencongkel menghilang entah kemana… we just sit in some rock cave by the beach melihat kelap-kelip lampu nelayan di horizon sana mencoba untuk mengabaikan gemuruh ombak menemukan kesunyian untuk membisikan “akhirnya ku menemukanmu“.

akhirnya ku menemukanmu

Popularity: 7% [?]

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

Ok ketika kebutuhan hanya sebagai mahkluk indifidu hal itu memungkinkan

woii… pake v, individu.

Anjreng cape-cape baca cuma mo perbaikin V doang! Biji Luh! hihihihi

heh babi..katanya mo nelpon kalo ke dreamland…bencong lu..

hiks..jadi iri..tapi bukan iri pengin jadi babi :d

to :

#3 diendha : Sorry Din, kirain luw yang mau telpong, lagian si kupluk nggak jadi ikut, jadi kasian aja luw sendiri nggak ada yang boncengin… next time ok beib… kita kesana lagi.

#3 oón : bagian mana yang bikin ngiri? biasa saja ahk om, life was so simple to enjoy…

ah ciken, skrinsyutnya cuma berani dari belakang doang.. :p
*kabur*

to # ndra : hehehehe…Sorry bro, for self consumption only. (kontraknya begitu soalnya) :P

ngiri bisa nongkrong dipantai..disini tempat yang tidak ada pantai, banyak asap..mo ke gunung butuh 10jam :(

Di bali apa nggak ada pantai lain mas..???
sekali-sekali ke semawang kek.

ciyeehh.. swit swiww…

eh eh, emang masakan menu bulu babi kyk gmana sich?

Hmmm.. Who’s that girl!! Tumben lo bisa ngomong
“akhirnya ku menemukanmu“.
* melirik curiga*

akh… setiap mau ngerayu cewe pasti ngajaknya ke dreamland, dan omongannya pasti itu-itu (dibaca: sunset) lagi. wuu…*berlalu sambil ngupil

bukannya klo kena itu bulu bisa meriang ??

emang kemaren ilang dimana? O_o

aizzzzz pengen banget ke dreamland lagi

http://www.ombakku.com

Leave a comment

(required)

(required)



Comments links could be nofollow free.