Kalau aku punya pilihan

Aku akan berada di kamarku.
Pasang AC di suhu 16oC, karena mesin ini sepertinya sudah tertutup debu atau mungkin saja ada sarang serangga yang sudah menebal di dalamnya. Hingga setting-an suhu 20-an di LCD remote-nya tak akan menjadi udara dingin sejuk buatan. Kemudian terlentang berbaju ringan di kasur yang spiral-spiral pegasnya sudah menua dan ia sudah kerja berat, karena harus menahan tekanan dua tubuh setiap kali aku bercinta di atasnya.

Kalau aku punya nama, Aku akan berada di depan komputer di sudut ruang rumah mungilku. Dengan koneksi tak terbatas ke dunia maya, bisa tetap “bicara” pada siapapun di sisi lain dunia. Dengan tulisan dalam surat elektronik ataupun kata-kata dalam program obrolan instan yang gratisan. Karena menurutku tulisan adalah media yang jauh lebih efektif dan ekspresif dibanding ngoceh langsung.

Aku akan menulis apapun yang aku mau.
Karena kalau aku punya nama, apapun yang aku tulis akan jadi bahan berita, bicaraan, atau bahkan gunjingan yang menarik buat banyak orang. Artinya, tanpa harus menghadapi penatnya Kota dan intrik-intrik di gedung yang disebut kantor, aku tetap bisa menghasilkan lembar-lembar uang untuk menyambung hidup.

Kalau aku punya tambahan waktu satu jam saja diluar 24 jam itu,
aku akan minta maaf, tak berhenti cium dia, bicara apapun dengannya, melakukan apapun yang dia mau, dan pandangi wajah bundarnya. Maaf, karena sering kali aku lupa atau memang tak mampu untuk mengubah kalimat-kalimat larangan akibat rasa cintaku, menjadi kalimat-kalimat positif. Yang tetap diintonasikan dengan manis, hingga tak akan membuatnya menangis lantaran aku menghardik. Sayang, karena sesungguhnya aku belajar bersyukur dan mencinta yang sebenarnya, hanya dari kamu.

Hmm… im just feeling blue. Sini kamu, aku perlu pelukan.

* This email just come a while to my inbox,…I just cut some word so the felling can be for everyone. Kadang pelukan menyembuhkan kita, aku hanya butuh 15 detik pelukmu, tidak lebih sebab kalau lebih dari itu mungkin orientasiku memelukmu sudah akan berubah jauh. Kamu dan aku mungkin saja tidak mau “the felling” berubah menjadi sesuatu yang Yuuuu…k! But hey…just let me go after that 15 second and go back again… Yes you too…sini kamu juga layak saya peluk, bukan hanya dia…sini…

Popularity: 4% [?]

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

aduh .. selow womantish sekaleh.

cewek memang butuh pelukan koq.. tanya saja siapa yang menolak unt dipeluk, pasti gak ada.

hanya saja, jangan karena suatu alasan permintaan maaf, lalu selow memberikan ciuman tiada henti, bicara & melakukan apa yang dia mau, kata2 manis. tetapi jikalau permintaan maaf nya sudah diterima, segala bentuk perhatian yang sudah capek2 diberikan bisa2 menciut dan hilang tak berbekas, apalah gunanya meminta maaf?

bai de way, kesian kasurnya selalu bunyi “kriet kriet” untuk mengimbangi permainan cintamu.

hahaha…maafkan saya membuat kamu merasa yuuuuu…kkk hihihi, “a asumsion from golda

thanks.

*kembali ke antrian “Yak berikutnya…!”

gw sampe serius bacanya neh…

loh jelas-jelas ini serius! sini kamu juga mau sy peluk?!

Cieh.. bercinta.. bagi dong

:)

Leave a comment

(required)

(required)



Comments links could be nofollow free.