Sembuh.

Pagi masih menyisakan gerimis hujan semalam, matahari belum juga terbangun mengusir lembayung yang menyelimuti desa. Seekor sapi menyeruak dari pagar gamal , berusaha menarik lembaran daun dari dahannya. Tidak seperti sapi kebanyakan, ada bercak hitam sebesar telapak tangan orang dewasa di punggung kirinya. Semua orang di desa mengenal sapi itu milik Mangku Jawi. Mangku Jawi tidak akan membiarkan sapinya memakan daun pagar gamal milik warga, biasanya dia akan ngangon sapinya di lapangan dibawah Bukit Bedulu.

….

Suara terbatuk-batuk dari kubu itu terdengar lirih diantara derasnya hujan. Atap klangsah kubu Mangku Jawi tidak bisa menahan rembesan hujan yang mengguyur deras, air mengucur begitu saja membasahi kaki keriputnya yang menggigil. Mangku Jawi berusaha memeluk erat selimut poleng pemberian Pak Mantri yang besarnya tak cukup menutupi semua bagian tubuhnya. Tangan kanannya memagang erat tali kekang sapinya dan tangan kirinya memegang kertas resep untuk batuknya yang sudah semakin parah. Mangku Jawi tersenyum dan lelap.

Keesokan hari sambil bersiul gending kesukaannya Mangku Jawi menuntun sapinya ke pancuran dan memandikannya. Mangku Jawi akan ke pasar di desa sebelah hari ini, untuk menemui orang yang akan membeli sapinya. Sudah terbayang langkah kakinya ke toko obat sambil menghitung lembaran uang untuk menebus resep untuk sakit batuk yang dideritanya.

Belum sampai diujung jalan desa, Mangku Jawi merasa aneh…dia tidak terbatuk-batuk lagi padahal udara pagi sangat membuatnya tersiksa karena akan membuat batuknya makin menjadi. Mangku Jawi tersenyum…”Aku sembuh.”

Popularity: 4% [?]

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

pertanyaan nya, berapakah ekorkah jumlah sapi si mangku jawi ?

nyahkakwkawkakwkawkakwa… :))

Leave a comment

(required)

(required)



Comments links could be nofollow free.