Pulang
Tidak pernah terbayang sebelumnya akhirnya gwe “pulang” setelah 9 tahun di Jogja walaupun tidak dalam kondisi yang ideal, pulang dengan membawa banyak kegagalan. Basi! Ketika harus sedikit bersandar dengan kata-kata “semua ini ada hikmahnya low!”, untuk membuat proses kesadaran mencari hikmah…we must face the fail first? sayangnya jawabannya adalah iya. but for me fail is fail no excuse…
In the past 8 month, I just let my mind play again and again. Kata Kadek (my sister) : “Lik punya dunianya sendiri.” ketika dia dengan
bersemangat menceritakan sesuatu atau bertanya sesuatu aku hanya meneruskan apa yang kulakukan menghiraukan sekitarku,…yupe aku bermain dengan pikiranku…lagi, mencari banyak jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang aku anggap aku bisa cari sendiri jawabannya.
Mam sering kali melihatku di mata dengan pandangan “are you alright dear son?”walupun yang keluar dari bibirnya adalah : “Kasihan deh luuu” hahahaha Aku hanya bisa mengelus punggungnya dan membalasnya dengan senyum “Aku baik-baik saja mah…” belum…aku belum perlu untuk rawat inap di Rumah Sakit Jiwa. I’m just gettin better…
BERADAPTASI DI RUMAH SENDIRI.
Ketika akhirnya dirumah membawa anggapan bahwa gwe telah menjadi berbeda dari gwe yang smp dulu ketika terakhir kali Pap & Mam melihatku tumbuh disisi mereka dan berharap nilai kebenaran gwe akan selalu diterima ternyata salah. Orang rumah (Pap, Mam, Kadek dan Komang) ternyata tetap seperti dulu yang jauh berbeda ternyata gwe sendiri. I just become an Alien among them. Mereka menjadi kondisi sekarang ini berjalan ber-iringan menjadikan they still the same.
Sampai sekarang kami masih saling harus bertoleransi untuk menyesuaikan diri, dan lucunya berapa-pun umurmu ortu akan selalu menggangap kita adalah anak kecil but we must accepted it, ketika gwe ngotot dengan sebuah teori bahwa pendapat mereka so damt wrong aku hanya bisa melihat diriku masih memakai pakaian SD dengan tangan kiri memegang tali menarik mobil-mobilan remote control bekas sepupu gwe yang sudah rusak yang sama papah dicopot jeroannya supaya lebih bisa kencang larinya ketika aku menariknya dengan tali…hahaha we never look so grow-up.
Apa? Kamu berbeda? No! Jangan pikir setelah sekarang kamu yang dulunya adalah aktifis di kampus? Ketua organisasi kemahasiswaan? a Boss in your office? Penulis blog terkenal? seseorang dengan account Friendster yang berisi friends artis semua? atau seorang penulis buku tentang konsep filsafat yang orang lihat judulnya saja sudah malas NO SHIT! hahahahah…nee you just still the same for them and they still love you, yang ada akhirnya kita menemukan pattern baru untuk dijalani bersama bukan berada berseberangan di pattern yang berbeda. Karena sekarang gwe tinggal satu atap dengan mereka.
BAU BALSEM. (now I understand honey…)
Seringkali aku memperhatikan dirumah ternyata aku jauh dibutuhkan, Pap and Mam just gettin old.
Hari itu sudah gelap dan barusan habis hujan kami pulang ke kampung (rumah di Karangasem) dan mamah sibuk maturan, ketika keluar dari sanggah mamah terpeleset dan jatuh terduduk dengan tulang ekornya mendarat keras di tangga, dia hanya meringis menangis dengan pandangan kosong. Aku berlarian membangunkannya dan memeluknya, mam lama memelukku dan aku juga enggan untuk melepas pelukannya. Aku hanya bisa membisikannya “It’s ok Mam I’m here…”
Siang ini panas sekali, gwe memutuskan untuk tidur di kamar mereka yang entah kenapa kamar mereka selalu adem. Aku mencium bau balsem di bantal tempat tidur Pap dan Mam…mereka butuh balsem untuk menjaga mereka tetap hangat di malam hari, mereka tidak seperti dulu lagi ketika di berdomisili Bangli walau di udara dingin Bangli mereka tidak butuh balsem,…mereka sudah tua walupun mereka tidak terlihat tua. Mereka masih bekerja dikantor, dirumah sakit, dirumah dan di komunitas but the still gettin old.
Gwe nggak mau hanya pulang ketika mereka sudah terbaring kaku…tanpa ada ketika mereka melewati saat-saat sulit.
I’m so glad I’m home and I get more understand now honey.
PULANG KE JOGJA.
Yeah…Kota Sakit (*sebutan Mbak Anik dan Gwe) ketika memotivasi anak-anak di Jogja untuk move on to sometin new, walupun tidak harus meninggalkan Jogja setidaknya mencari komunitas baru atau lebih serius dengan pekerjaan, kuliah atau hiatus dengan urusan hati for a while. Minggu ini gwe akan ke Jogja untuk liburan, meminta maaf langsung kepada orang-orang yang pernah menaruh harapan bersama, mengambil sebagian besar pakaianku, mengurus si Vega Ijo yang sekarang ter-ongok di kantor polisi, meng-copy koleksi MP3-ku di digiworks, bertanya untuk terakhir kalinya dan tentunya ber-pesta untuk berpisah. Sudah tidak sabar untuk bertemu keluargaku di Jogja.
Orang rumah sangat senang gwe ke Jogja, entah apa harapan mereka ketika gwe pulang ke Denpasar nanti. An answer?
Oh ya buat Kecek yang sudah dirumah juga sekarang…”WELCOME TO THE CLUB SUCKER!” hahahaha…
Popularity: 4% [?]
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.





terharu puk bli…..